14 August 2013

SBY Nilai Temuan Gunung Padang Big Bang Sejarah RI

Tim Riset diminta laporkan lebih lengkap lagi usai Lebaran.
Sabtu, 3 Agustus 2013, 16:50 Arfi Bambani Amri

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima laporan Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang pada hari ini, Sabtu 3 Agustus 2013. Menurut Andi Arief, inisiator Tim, Presiden menyatakan hasil riset ini bisa jadi "Big Bang" atau dentuman besar sejarah Indonesia.

Andi menyatakan, dalam siaran pers melalui akun jejaring sosialnya, secara khusus melaporkan perkembangan hasil riset dan ekskavasi arkeologi, pengeboran, dan tomografi sesmik ke Presiden yang berlangsung sejak awal Juli lalu.
Andi menyatakan, Presiden SBY terus memantau riset ini dan mengatakan bangga terhadap apa yang telah dilakukan oleh para periset dari berbagai lintas ilmu.

"Presiden menyetujui rekomendasi pemugaran di dua lapisan kebudayaan, yaitu lapisan terasering seperti Machu Pichu (lapisan berusia 600 tahun sebelum Masehi) dan lapisan budaya 2 (4.900 tahun sebelum Masehi). Untuk dua lapis kebudayaan 11.500 SM dan 25.000 SM, Presiden SBY menyebut ini Big Bang sejarah Indonesia," kata Andi.

Untuk itu, para periset akan diminta kembali memaparkan temuan yang luar biasa ini setelah Hari Raya Idul Fitri. Pertemuan dan paparan tersebut adalah yang ke-4 dengan Presiden sejak 2011.

Seperi diketahui, tim geologi melakukan coring dan sudah merekonstruksi rongga (chamber) dan menghisap 32 ribu liter air saat pemboran. Sementara itu, tim geofisika yang melakukan tomografi seismik juga sudah mendapatkan beberapa hal penting yang memperkuat dugaan tentang adanya rongga yang sudah dilakukan pemindaian sebelumnya.
Bahkan ada "bonus" kejutan yang masih harus diselidiki lebih lanjutan dari hasil tomografi seismik.

Tim menggunakan hampir semua teknologi dan metode ilmiah yang ada. Dengan kehati-hatian, setiap perkembangan dianalisis serius agar dapat disimpulkan dengan akurat.

"Kejutan apa yang baru didapat? Tim menyatakan luar biasa dan menguntungkan rakyat. Namun, akan disampaikan ke publik setelah paparan dengan Presiden SBY nanti," kata Andi Arief. (art)

21 May 2013

Arkeolog Temukan Bukti Situs Gunung Padang 10 Kali Luas Borobudur


Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Arkeolog yang melakukan eskavasi di Situs Gunung Padang, Cianjur mendapatkan bukti signifikan. Gunung Padang merupakan sebuah bangunan besar yang luasnya bahkan 10 kali luas Candi Borobudur.

"Survei arkeologi yang dilakukan oleh Tim Terpadu Riset Mandiri berhasil menemukan sisi selatan situs Gunung Padang Cianjur. Tim yang mulai penelitian sejak Mei 2012 itu sebelumnya telah menemukan sisi utara, timur, dan barat situs," jelas Arkeolog Ali Akbar saat berbincang, Sabtu (30/3/2013).

Penemuan itu, lanjut Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia ini, semakin memperkuat kesimpulan tim bahwa luas situs itu minimal 15 hektar. Jika dibandingkan dengan Candi Borobudur, maka bangunan Gunung Padang minimal 10 kali luas Candi Borobudur.

"Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelum 2012, tim ini lebih fokus untuk menyingkap sekeliling bukit yang masih tertutup hutan dan semak belukar. Bagian atas bukit sejak tahun 1979 telah diketahui oleh masyarakat umum dan kemudian menjadi objek wisata. Struktur batu di bagian atas bukit membentuk undakan sebanyak 5 teras," jelasnya.

Melalui riset sepanjang tahun 2012 sampai sekarang, Tim Terpadu Riset Mandiri selain menemukan banyak struktur di bagian badan dan kaki bukit, juga menemukan adanya indikasi teras 6 di sisi utara.

"Setelah membersihkan semak belukar di sisi selatan, diketahui sisi ini juga disusun dengan batuan columnar joint dengan jarak yang cukup rapat. Berbeda dengan sisi lainnya yang memiliki tangga naik, di sisi selatan ini belum ditemukan tangga naik. Kemungkinan memang tidak ada tangga di sisi ini mengingat kemiringannya sangat curam dan di bagian bawah langsung berbatasan dengan sungai," tuntas pengajar di jurusan Arkeologi UI ini.

(fjp/ndr)

Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo

Danu Damarjati - detikNews

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan Menteri ESDM dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk terus melakukan mitigasi semburan lumpur. Keselamatan warga harus dijamin.

Selain soal lumpur Lapindo, SBY juga menginstruksikan para ahli geologi yang tergabung dalam 'Tim Terpadu Riset Mandiri' untuk meneliti patahan bumi dan gunung berapi agar mampu mencegah pengulangan bencana yang mungkin terjadi.

Berikut arahan SBY, yang disampaikan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Bencana, Andi Arief dalam siaran persnya, Sabtu (19/5/2013).

1. Menugaskan Mendikbud dan Menteri ESDM untuk Pusat riset kebumian dipercepat dibentuk di ITB sejalan dengan sudah terbentuknya pasca sarjana kebumian. Mengingat bencana dan ancaman bencana geologi ada dan nyata, Ilmuwan kebumian diharapkan melakukan riset baik di patahan gempa maupun gunung api sehingga bukan hanya mampu mengidentifikasi ancaman saja namun juga mampu mendata kebencanaan masa lalu yang bisa terulang periodeisasinya

2. Bersama para ahli, Menteri ESDM diminta survei bawah tanah (sub surface) Jakarta sesegera mungkin dilakukan kerjasama pemerintah pusat dan Pemerintah DKI jakarta

3. Melihat perkembangan kondisi lumpur Sidoarjo yang terus menerus keluar, Menteri ESDM dan BPLS segera melakukan survei bawah tanah di bawah luapan lumpur Sidoardjo . Selain pelunasan oleh pihak Lapindo, faktor mitigasi atas luapan lumpur tidak kalah pentingnya,

4. Pembersihan atau menyibak tanah dan semak , ekskavasi dan pemugaran di Gunung Padang diselesaikan pada tahun ini, dan riset Gunung Padang dan kawasannya untuk terus dilakukan. Pemerintah pusat dan pemda serta pemkab serta kementerian/lembaga yang berhubungan dengan riset ini dalam waktu dekat berkoordinasi. Apa yang sudah ditemukan oleh tim terpadu merupakan hal yang positif bagi Indonesia bahkan dunia. Mensetkab dan Mensetneg ditugaskan segera melakukan koordinasi ini.

Tim Terpadu Riset Mandiri terdiri dari: 1. DR Danny Hilman (Ahli Gempa dan Ketua tim Riset), 2. DR. Andang Bachtiar (geolog ahli statigrafi), 3..DR. Wahyu Triyoso (Ahli seismic), 4.DR.Irwan Meilono (ahli Gempa GREAT ITB), 5.DR Boediarto Ontowirjo (ahli tkonstruksi sipil dan uji lab), 6.DR. Ali Akbar (Arkeolog UI. Ketua tim eskavasii), 7. Ir Pon Purajatnika (Arsitek, mantan ketua ikatan ahli Arsitektur Indonesia), 8. Ir Wisnu Artika (geolog) 9. DR Gegar Prasetya (ahli Tsunami ) 10. Prof Bambang (Dekan Fakultas Ilmu Budaya UI) 11.Dr.Lily Tjahjandari (Ahli Budaya UI), 12.Teguh Santosa


(dnu/rvk)

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/05/19/041900/2249801/10/ini-instruksi-sby-terkait-masalah-gunung-padang-dan-lumpur-lapindo?9922022