Showing posts with label Gunung Padang. Show all posts
Showing posts with label Gunung Padang. Show all posts

31 December 2015

Gunung Padang di EXOMAGAZIN.TV

Gunung Padang di EXOMAGAZIN.TV





Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=6aYS_G4m60w

22 June 2015

U.S. lab validates Indonesian ancient structure theory

U.S. lab validates Indonesian ancient structure theory

English.news.cn   2012-11-05 12:23:04      
JAKARTA, Nov 5 (Xinhua) -- A recent analysis of carbon-dating by the Miami-based Beta Analytic Lab has apparently validated findings by an Indonesian team that a man-made structure, buried under Mount Padang in Cianjur, West Java, is older than the Giza pyramids, local media reported on Monday.
The U.S. carbon-dating results showed that the prehistoric structure could date back to 14,000 BC or beyond.
The lab used samples of sand, soil and charcoal found at a depth of between three and 12 meters beneath the mountain's surface.
The Giza pyramids were constructed around 2,500 BC.
"The analysis of the Miami lab dismisses doubts over an earlier test conducted by the National Nuclear Agency. There is no more doubt that the structure beneath Mount Padang is older than the Giza pyramid," geologist and member of the Mount Padang research team Budianto Ontowirjo said on Sunday.
A group of researchers, coordinated by President Susilo Bambang Yudhoyono's special advisor on disaster mitigation and social assistance Andi Arief, commissioned a study about the ancient structure buried under Mount Padang at the beginning of this year.
Andi reportedly believes Indonesia was inhabited by people with sophisticated technology after he found much evidence beneath the land and sea around Sumatra, Java and Bali. Yudhoyono has given his support to the project.
In February, the group published its findings, claiming that the structure might change the history of the nation as we know it. Indonesia's history might well start before 4 AD.
"If the structure beneath the mountain is naturally constructed, then the age revealed by carbon-dating process should have been much greater," Budianto was quoted as saying by the Jakarta Post daily.
Any natural material buried between three and 12 meters under the surface should have been millions of years in age, Budianto said.
The fact that the material beneath Mount Padang is relatively young indicates that it probably is man-made.
Editor: en_hl

Summber : http://news.xinhuanet.com/english/sci/2012-11/05/c_131951707.htm

16 June 2015

Geolog Inggris sebut Gunung Padang piramida tertua di dunia

Geolog Inggris sebut Gunung Padang piramida tertua di dunia

Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro | Kamis, 2 April 2015 11:02
Geolog Inggris sebut Gunung Padang piramida tertua di dunia
Situs Gunung Padang. ©2012 Merdeka.com/arie basuki


Merdeka.com - Situs Megalitikum Gunung Padang merupakan situs piramida peninggalan tertua di dunia. Terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia, situs ini dibuat sekitar 9.000 hingga 20.000 tahun lalu, mengalahkan piramida Mesir yang dibuat hampir 5.000 tahun lalu.
Hal ini diungkapkan oleh ahli Geologi Dr. Danny Hilman. Menurutnya, situs yang ditemukan sekitar 1914 ini merupakan salah satu situs peninggalan sejarah terbesar di Indonesia.
Situs ini terletak di antara gunung berapi, pohon pisang, dan perkebunan teh diatas 885 meter di atas permukaan laut, dan memiliki jarak sekitar 120 kilometer dari selatan Ibu Kota Jakarta.
Situs yang terdiri dari puing-puing vulkanik yang dimulai dari lereng gunung ini dianggap sakral oleh masyarakat lokal Sunda. Hilman sendiri juga mengatakan situs itu sepertinya memang dibangun untuk ibadah.
"Jika memang itu untuk melakukan ritual ibadah, orang-orang pra sejarah pasti harus mendaki sambil menumpuk batu-batu itu untuk dibuat piramida. Cara menumpuk memang cukup kuno dalam pembangunan," katanya, seperti dilansir dari surat kabar Daily Mail, Kamis (2/4).
Hilman yang merupakan ahli geologi dari Pusat Geoteknik Indonesia mengatakan sebagian orang berpikir orang-orang prasejarah itu primitif, namun dari monumen yang mereka tinggalkan rupanya hal tersebut tidak benar.
Dia percaya, piramida seperti yang ada di Gunung Padang itu akan jadi bukti peradaban kuno maju di Jawa.
"Sebagian besar situs itu buatan manusia, mungkin dibangun oleh generasi beberapa abad sebelum kita," katanya.

Sumber : http://www.merdeka.com/dunia/geolog-inggris-sebut-gunung-padang-piramida-tertua-di-dunia.html

13 April 2015

Situs Gunung Padang, Indonesia Kuno yang Mencengangkan

Situs Gunung Padang, Indonesia Kuno yang Mencengangkan









istimewa
Tim dari Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Minggu (8/3) kembali menemukan artefak berupa makam kuno di situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Penemuan artefak ini kembali menunjukkan keajaiban situs Gunung Padang yang disebut-sebut sebagai situs peradaban tertua di dunia.  

1.Situs Gunung Padang terletak di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar  

2.Gunung Padang merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara  

3.Peradaban di Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia di Irak dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia dengan usia antara 2.500 hingga 4.000 tahun Sebelum Masehi  

4.Berdasarkan penelitian, situs Gunung Padang diperkirakan berusia sekitar 13.000 tahun sebelum Masehi  

5.Luas situs Gunung Padang itu diperkirakan mencapai 10 kali luas Candi Borobudur di Jawa Tengah  

6.Luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m2 dengan luas areal situs kurang lebih 25 Ha dengan tinggi 110 m  

7.Keberadaan situs ini peratama kali muncul dalam laporan Rapporten van de oudheid-kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan ilmuwan Belanda NJ Krom tahun 1949.  

8.Pada tahun 1979 aparat terkait dalam hal pembinaan dan penelitian benda cagar budaya melakukan peninjauan ke lokasi situs  

9.Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs Gunung Padang mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan lainnya  

10.Penelitian terpadu mengenai Situs Gunung Padang dilakukan sejak November 2011  

11.Bentuk bangunan punden berundak situs Gunung Padang mencerminkan tradisi megalitik (mega berarti besar dan lithos artinya batu) seperti banyak dijumpai di beberapa daerah di Jawa Barat.  

12.Di dalam situs Gunung Padang konon terdapat sebuah ruangan besar yang disebut-sebut berusia sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi  

13.Di kalangan masyarakat setempat, situs tersebut dipercaya sebagai bukti upaya Prabu Siliwangi membangun istana dalam semalam  

14.Punden berundak Gunung Padang dibangun dengan batuan vulkanik masif yang berbentuk persegi panjang. Bangunan pundek berundak situs Gunung Padang terdiri dari lima  

15.Balok-balok batu yang jumlahya sangat banyak itu tersebar hampir menutupi bagian puncak Gunung Padang  

16.Penduduk setempat menjuluki beberapa batu yang terletak di teras-teras itu dengan nama-nama berbau Islam. Misalnya meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog atau tempat duduk Eyang Swasana, sandaran batu Syeh Suhaedin alias Syeh Abdul Rusman, tangga Eyang Syeh Marzuki, dan batu Syeh Abdul Fuko  

*Sejumlah Artefak Yang Ditemukan  
  1. Metal Kuno atau Logam
  2. Batu Piramida Tiga Sisi
  3. Tembikar Purba Mirip Pisau
  4. Semen Purba
  5. Batu The Rolling Stone” Gunung Padang
  6. Pecahan Keramik
  7. Koin Amulet Gunung Padang
  8. Artefak Mirip Kujang 

* Situs Gunung Padang Dan “Atlantis Yang Hilang”  

Berdasarkan usia situs Gunung Padang yang disebut-sebut sebagai peradaban tertua di dunia, muncul kontroversi bahwa Situs Gunung Padang sejatinya adalah “Kota Atlantis yang Hilang” seperti ditulis filsuf Yunani Plato.  

  1. Salah satu peneliti yang mengungkapkan hal itu adalah Stephen Oppenheimer, seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris
  2. Perkiraan bahwa peradaban di bumi Nusantara sangat tua sebelumnya sudah mencuat sejak pertengahan 1990an
  3. Selama ini Atlantis lebih dikenal sebagai misteri yang menggoda para ilmuwan dan kaum spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang konon hilang ditelan bumi.
  4. Plato mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM.
  5. Dalam bukunya berjudul Eden of the East: The Drowned Continent of Southeast Asia, Oppenheimer menyatakan bahwa peradaban Indonesia 10.000 SM sudah sangat maju
  6. Menurut Oppenheimer peradaban dunia berasal dari Indonesia. Menurutnya peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia
  7. Berdasarkan buku Plato, DR Danny Hilman Natawidjaja, membuat sebuah buku yang berjudul Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia.
  8. Namun Oppenheimer tak berani mengklaim Indonesia kuno sebagai Atlantis, negeri super maju yang dikabarkan filsuf Yunani Plato pada 360 SM
  9. Senada dengan Hancock, Profesor Arysio Santos, seorang fisikawan nuklir dan ahli geologi asal Brasil dan arkeolog Indonesia Danny Hilman Natawidjaja, Ph.d meyakini Indonesia kuno adalah negeri Atlantis yang dimaksud Plato
  10. Salah seorang penulis Graham Hancock justru telah memberikan sebuah hipotesis yang menyebut Gunung Padang memegang bukti penting mengenai "Kota Atlantis yang Hilang".      

* Bangunan Piramida Di Dunia  

Situs Gunung Padang disebut-sebut merupakan bangunan punden berundak-undak berbentuk piramida. Selain di Mesir yang selama ini dikenal dengan Piramidanya, di seluruh dunia banyak ditemukan bangunan piramida  

Piramida Chongha Zanbil (Iran) 

Chogha Zanbil adalah suatu bangunan yang berada di daerah bernama Khuzestan, Iran. Diperkirakan bangunan ini dibangun pada tahun 1250 SM oleh raja Untash- Napirisha sebagai penghormatan kepada dewa Inshushinak 

Piramida Madghacen (Aljazair) 
Madghacen dibangun sebagai tempat persemayaman raja-raja bangsa Numidia atau Berber. Bangsa Numidia dipimpin oleh seorang raja bernama Madghis yang memerintah sekitar tahun 300 sampai 200 SM. 

Piramida Koh Ker (Kamboja) 

Koh Ker adalah salah satu kawasan situs Angkorian yang berada di utara Kamboja. Bangunan ini didirikan pada saat dinasti Khmer berkuasa sekitar tahun 928 dan digunakan sebagai sarana pemujaan Dewa Brahma, Shiwa dan Wisnu. 

Piramida Nubia (Sudan) 

Bangunan ini didirikan sebagai makam raja Napata dan ratu Meroe. Selain untuk persemayaman ratu dan raja, piramidapiramida ini juga dibangun sebagai kuburan para kesatria. 

Piramida Nsude (Nigeria) 


Bangunan-bangunan tersebut dibuat dari bahan dasar lumpur. Menurut Sites Google, piramida Nsude didirikan sebagai sarana penyembahan kepada dewa Ala. 

Piramida China 

Selain Mesir, China juga memiliki banyak piramida. Tercatat ada sekitar 38 piramida di China. Piramida pertama dibangun sejak dinasti Han berkuasa. 

Piramida Mesoamerica (Amerika Tengah) 

Mayoritas piramida Mesoamerica memiliki ciri khusus yaitu ada tangga untuk menuju ke atas dan ujungnya terpangkas. 

Piramida Mesir 

Piramida pertama yang dibangun di Mesir adalah piramida Djoser yang diperkirakan dibangun pada tahun 2630 SM sampai 2611 SM. Sedang piramida paling terkenal di Mesir adalah piramida di komplek Giza atau disebut juga Piramida Giza 

Piramida Cestius (Italia) 

Para ahli memperkirakan piramida ini dibangun pada tahun 18 SM sampai 12 SM sebagai kuburan Gaius Cestius. Dia adalah salah seorang dari empat agamawan terkenal di Roma, Italia.  

* Kekayaan Situs Prasejarah Nusantara  

Selain situs Gunung Padang, di Indonesia terdapat puluhan situs peninggalan masa prasejarah Nusantara  

  1. Situs Gua Putri, Baturaja, Sumatera Selatan
  2. Gua Babi Gunung Batu
  3. Buli, Desa Randu, Muara Uya, Tabalong, Kalsel
  4. Situs Cipari, Kuningan, Jabar
  5. Situs Goa Pawon, Bandung, Jabar
  6. Situs Cibedug, Banten
  7. Situs Pangguyang an, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat
  8. Situs Pasemah di Lampung
  9. Lembah Sangiran, Sragen, Jateng
  10. Situs Gunungpadang Cilacap, Jateng
  11. Situs Dusun Mbolu, Desa Ngepo, Tanggunggunung, Tulungagung, Jatim
  12. Situs Purbakala Wajak, Tulungagung, Jatim
  13. Liang Bua, Pulau Flores, NTT
  14. Situs Gua Perbukitan Sangkulirang, Kutai Timur
  15. Situs Gilimanuk, Jembrana Bali
  16. Situs Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali
  17. Situs Tutari, Kabupaten Jayapura, Papua
  18. Situs Gua-gua Biak, Papua Situs Lukisan tepi pantai di Raja Ampat, Papua Barat
  19. Gua Leang-leang, Sulawesi 

Sumber : www.cianjurkab.go.id & sumber diolah

(bbg)

Sumber : http://www.koran-sindo.com/read/975954/149/situs-gunung-padang-indonesia-kuno-yang-mencengangkan-1426216909

26 January 2015

Batu Gamelan, Yang Aneh & Unik di Gunung Padang

Batu Gamelan, Yang Aneh & Unik di Gunung Padang

Muhammad Catur Nugraha - d'Traveler - Rabu, 21/01/2015 11:52:00 WIB 
 
                                                                                                   detikTravel Community -  Gunung Padang merupakan situs sejarah yang kini menjadi objek wisata di Cianjur. Salah satu keunikan yang dimilikinya adalah terdapat dua batu gamelan yang bunyi apa bila dipukul.

Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat, lokasinya berada di Dusun Gunungpadang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasinya terletak 20 Km dari jalan utama yaitu persimpangan warung kondang di Jalan Raya Sukabumi.

Untuk mencapai ke Situs Gunung Padang dari persimpangan warung kondang tidak perlu khawatir tak tau arah sebab di setiap simpang terdapat plang besar berwarna biru dengan huruf putih bertuliskan 'SITUS MEGALITH GUNUNG PADANG' lengkap dengan arah dan jarak yang harus ditempuh.

Sesampainya di area parkir, traveler harus membayar tiket masuk yang sangat murah yaitu hanya Rp 2000 saja per orangnya. Dibelakang tempat pembelian tiket terdapat sumur atau sumber air yang mana dulu dikatakan setiap orang yang akan memasuki Gunung Padang wajib membersihkan kakinya di sumber air tersebut.

Untuk mencapai ke teras paling atas, traveler harus menaiki anak tangga. Ada 2 pilihan, bisa yang kiri atau tangga kanan, jika membawa orang tua sebaiknya ambil yang kanan saja sebab relatif landai dibandingkan yang lurus yang sangat terjal.

Sesampainya di teras atas traveler wajib mematuhi rambu – rambu larangan yang banyak terpasang seperti dilarang makan diatas situs, dilarang menaiki batu yang berdiri, dan dilarang buang sampah sembarangan. Banyak rambu tersebut bertujuan untuk mengingatkan para wisatawan untuk turut serta menjaga keasrian Situs Gunung Padang.

Sebaiknya ketika mengunjungi Situs Gunung Padang Anda menggunakan jasa pemandu yang bisa menceritakan sejarah serta menjelaskan mengenai batu – batu yang terdapat di Gunung Padang sehingga membuat kunjungan di Gunung Padang menjadi lebih menarik serta mendapatkan informasi yang lebih dalam, karena jika tanpa pemandu maka yang kita lihat hanya batu dan batu.

Pada saat pemandu menjelaskan mengenai Gunung Padang dan batu – batu yang berada disana yang menjadi paling menarik bagi wisatawan adalah pada saat sang pemandu menjelaskan mengenai batu gamelan yang mana apabila ditabuh atau digetuk maka akan menimbulkan bunyi seperti gamelan. Terdapat 2 buah batu gamelan yang dinamakan batu bonang dan batu kacapi.

Kami sangat takjub sekali saat berada di sini sembari membayangkan nenek moyang bangsa ini yang sepertinya pada zaman dulu sudah memiliki peradaban yang sangat maju sehingga bisa mendirikan Situs Megalitik Gunung Padang ini.


Sumber : http://travel.detik.com/read/2015/01/21/115200/2801318/1025/batu-gamelan-yang-aneh--unik-di-gunung-padang?991104topnews

12 December 2014

"Pemilik" Machu Picchu Tertarik Teliti Gunung Padang


"Pemilik" Machu Picchu Tertarik Teliti Gunung Padang

 
Situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur (Faisal Harahap/Okezone)



BANDUNG - Gunung Padang ternyata benar-benar menjadi magnet bagi para peneliti. Tidak hanya peneliti dalam negeri, banyak juga peneliti dari luar negeri yang ingin ikut meneliti gunung yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
"Ajakan penelitian itu banyak, ada dari Rusia, Jerman, ada dari mana-mana," ujar peneliti Gunung Padang, Ali Akbar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/12/2014).
Bahkan negara "pemilik" situs megalitikum Machu Piccu, yaitu Peru, juga berminat terjun dalam penelitian Gunung Padang. Dubes Peru sendiri yang menyatakan niatnya pada tim peneliti agar peneliti dari Peru bisa terlibat dalam penelitian.
"Dari Peru itu tertarik karena melihat adanya kesamaan konstruksinya (antara Gunung Padang dan Machu Picchu)," ungkapnya.
Tapi ia tidak bisa mengambil keputusan apakah akan melibatkan peneliti dari Peru atau tidak. Ia menyerahkan itu pada pemerintah. "Terus terang kita serahkan itu pada pemerintah karena itu sudah urusan bilateral," jelas Ali.
Meski begitu, ia sendiri menyambut positif jika nantinya ada peneliti dari Peru yang terlibat dalam penelitian Gunung Padang. "Sambutan kita positif. Namanya bertukar pengetahuan, bertukar ilmu, itu bagus," tandas Ali.
Seperti diberitakan, Gunung Padang diperkirakan bangunan peninggalan sejarah berbentuk seperti piramida yang usianya lebih dari 5.000 tahun sebelum masehi. Peneliti menemukan sejumlah artefak setelah melakukan penggalian sedalam 11 meter ke dalam tanah.
(ris)
Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/12/11/340/1077695/pemilik-machu-picchu-tertarik-teliti-gunung-padang

Ada Situs Lain di Sekitar Gunung Padang

Ada Situs Lain di Sekitar Gunung Padang

|

BANDUNG - Situs Gunung Padang hingga kini masih jadi primadona penelitian. Di tengah penelitian yang belum tuntas, tim peneliti dikejutkan dengan penemukan situs lain di sekitar Gunung Padang.

"Berdasarkan hasil penelitian, ternyata situs Gunung Padang itu dikelilingi situs-situs lain," ujar peneliti Gunung Padang, Ali Akbar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/12/2014).

Situs itu terletak di gunung yang terletak di keliling Gunung Padang, di antaranya Gunung Pasir Malang dan Pasir Karuhun. Di masing-masing gunung itu pun terdapat temuan yang diduga terkait dengan Gunung Padang.

Misalnya adanya monolit di Pasir Karuhun, yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari Gunung Padang. Lalu di kawasan Ciukir, peneliti juga menemukan ada punden berundak.

Kemudian di Gunung Pasir Keramat yang berjarak sekira 4 kilometer ke selatan Gunung Padang, ada batu yang mirip dengan di Gunung Padang. "Tapi di sana batunya disusun seperti makam," ungkap Ali.
Atas berbagai temuan itu, ia pun merekomendasikan agar dilakukan penelitian di sekitar Gunung Padang. Ini dilakukan karena area yang ada diduga memiliki keterkaitan dengan Gunung Padang.
"Itu yang kami rekomendasikan kepada Pemprov Jawa Barat agar dilakukan penelitian di lokasi-lokasi yang kemungkinan situs itu," jelasnya.

Menurutnya, situs tidak akan berdiri sendiri. Situs biasanya memiliki situs lain yang saling berhubungan. "Secara kebudayaan, tidak mungkin situs berdiri sendiri, pasti ada support-nya, ada (pendukung) di sampingnya," ucapnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menyambut positif temuan tersebut. Ia pun mendukung penelitian situs di sekitar Gunung Padang. Ia juga mendukung adanya zonasi terkait penelitian di sana.
Tapi ia belum bisa memastikan memberikan dukungannya atau tidak untuk meneliti situs di sekitar Gunung Padang. Hal itu harus dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.
"Ini dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten (Cianjur) mesti duduk sama-sama (untuk membahasnya)," tandasnya.
(kem)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/12/10/340/1077522/ada-situs-lain-di-sekitar-gunung-padang

08 December 2014

Ingin Lihat Bintang Jatuh? Coba Saja Wisata Astronomi di Gunung Padang


 

Ingin Lihat Bintang Jatuh? Coba Saja Wisata Astronomi di Gunung Padang

Nur Khafifah - detikNews


 
Jakarta - Kawasan situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat akan dikembangkan menjadi kawasan wisata astronomi. Di malam hari lokasi Gunung Padang memang strategis untuk melihat dan mengamati benda-benda langit.

"Saya sendiri pada tengah malam dapat melihat gugusan bintang Waluku di arah timur Situs Gunung Padang. Bahkan berkali-kali melihat seperti bintang jatuh," kata arkeolog UI Ali Akbar, Senin (7/12/2014).

Di Gunung Padang akan dibangun zona dark are, di mana kawasan area Gunung Padang dan sekitarnya menjadi tidak terlalu terang. Kalaupun masyarakat pakai lampu, lampunya mengarah ke bawah. Soal keamanan pun dijamin.

"Maksudnya supaya langit tidak kena cahaya lampu. Justru langit akan terang oleh cahaya bintang-bintang. Cukup banyak tanggal yang bagus untuk pengamatan, karena Situs Gunung Padang dilintasi oleh banyak bintang, itu semua penjelasan Prof Suhardja (astronom)," jelas Ali.

Untuk memulai mengembangkan wisata astronomi, pada akhir pekan kemarin, Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) pada hari Sabtu-Minggu 6-7 Desember 2014 mengadakan kegiatan 'Lacak Purnama di Situs Gunung Padang'. Kegiatan tersebut merupakan kreasi budaya berdasarkan hasil riset TTRM khususnya ilmu astronomi dan arsitektur kawasan.

"Sebelumnya, TTRM telah menyatakan bahwa kawasan Gunung Padang merupakan lokasi strategis untuk mengamati benda-benda langit atau menghitung konstelasi astronomi. Riset mengenai sistem perbintangan telah dipresentasikan oleh Prof. Dr. Suhardja D. Wiramihardja MSc tahun lalu," urainya.

Kawasan Gunung Padang di siang hari menjadi wisata sejarah melihat benda peninggalan zaman megalitikum. Nah pada malam hari akan dicoba wisata astronomi.

"Pada tanggal 19 November 2014, Prof Suhardja yang juga mantan Ketua Kelompok Keilmuan Astronomi, FMIPA, Institut Teknologi Bandung itu mempresentasikan hasilnya kepada Menko Kelautan dan Menteri Pariwisata. Konsep yang diajukan adalah Astrowisata. Konsep ini didukung oleh ahli arsitektur kawasan yakni Ir. Pon Purajatnika dan Ir. Chaedar Saleh," tutur Ali.

Ali menjelaskan, hasil riset TTRM termasuk juga konsep astrowisata langsung dilihat di Situs Gunung Padang oleh Menteri Pariwisata 20 November lalu. Menteri Pariwisata Arief Yahya setelah melihat langsung kondisi di lapangan menyatakan tertarik untuk mengembangkannya menjadi destinasi wisata.

"Menteri Pariwisata juga mendeklarasikan hasil riset TTRM sebagai Piramida Gunung Padang. Pada kegiatan 6-7 Desember ini, Direktur Pengembangan Daya Tarik Wisata Kementerian Pariwisata, Azwir Malaon turut terlibat untuk melihat realisasi dari konsep astrowisata," tutur dia.

Lacak Purnama merupakan kegiatan lanjutan TTRM, setelah sebelumnya melakukan Lacak Bintang dan Lacak Kreatif. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh Paguyuban Heulang Ngapak, Wewengkon Malati-Cipangaulaan-Kuta, Amelia Day, Bengkel Studi Budaya-Kala Sunda, Komunitas GENKreatif, Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya UI, dan Lembaga Kajian Indonesia UI, dan masyarakat setempat.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/12/08/074225/2770292/10/1/ingin-lihat-bintang-jatuh-coba-saja-wisata-astronomi-di-gunung-padang

11 November 2014

Ini Temuan Unik di Gunung Padang, Rolling Stone


 Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Jakarta - Tim peneliti Gunung Padang menemukan sebuah batu unik. Batu bulat itu ditemukan di kedalaman 10 meter. Tim peneliti masih mempelajari apa kegunaan batu yang dinamakan rolling stone itu.

"Batu itu pada bagian sekelilingnya berwarna keabu-abuan. Namun pada satu bagian pecah atau seperti terpangkas dan terlihatlah bagian dalamnya. Bagian dalam juga berbentuk bulat, sehingga seperti batu di dalam batu. Uniknya lagi, batu di bagian dalam tersebut dapat diputar-putar," kata tim peneliti yang juga arkeolog UI, Ali Akbar, Senin (10/11/2014).

Tim peneliti dibantu personel TNI AD melakukan penggalian sejak tahun 2012 di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Banyak pengetahuan yang dihasilkan dari situs megalitikum Gunung Padang. Tidak sedikit pertanyaan yang belum terjawab. Seperti misalnya batu bulat yang ditemukan pada kedalaman 10 meter itu.

"Batu bagian dalam itu berwarna hitam mengkilat, seperti ada kristal yang membuatnya mengkilat. Sampai saat ini batuan tersebut belum dapat diidentifikasi. Sambil menunggu identifikasi, beberapa orang menyebutnya Rolling Stone. Ada juga yang menyebutnya mirip Hajarul Aswad," jelas dia.

"Apa sesungguhnya itu, mari kita tunggu analisis terhadap batuan tersebut. Para peneliti juga membuka diri bagi semua ahli dan anak bangsa yang ingin berpartisipasi menyumbangkan pengetahuannya untuk mengidentifikasi batuan tersebut. Saatnya para ahli Indonesia bergabung di Gunung Padang. Kerja sama dan saling melengkapi tentu akan lebih bermanfaat untuk mengungkap peradaban agung di Situs Gunung Padang," tutupnya.

(ndr/mad)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/10/072155/2743390/10/ini-temuan-unik-di-gunung-padang-rolling-stone

22 October 2014

Dipresentasikan di Seoul, Situs Gunung Padang Undang Decak Kagum Peneliti Asing

Minggu, 19/10/2014 13:33 WIB

Indra Subagja - detikNews

 
 
Jakarta - Arkeolog UI Ali Akbar yang juga anggota tim terpadu riset mandiri Gunung Padang mempresentasikan perihal ekskavasi peninggalan megalitikum di Cianjur, Jawa Barat, itu di Korea Selatan.

Ali memberikan seminar dalam diskusi yang digelar sejak Kamis (16/10) lalu dengan tema "Problematising Megaliths of Southeast Asia and the Pacific" di Sogang University, Seoul, Korea.

"Hadir dalam konferensi tersebut para ahli dari berbagai negara terutama untuk mencermati perkembangan riset megalitik di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik. Para ahli yang hadir juga membandingkan dengan wilayah lain di dunia," kata Ali, Minggu (19/10/2014).

Ali melanjutkan, para pembicara berasal dari Korea, Amerika,‎ Inggris, Laos, Australia, Mariana Island, Kanada, Belgia, dan masih banyak‎ lagi negara lainnya.

"Saya mendapat kesempatan berbicara pada hari terakhir dan sebagai‎ pembicara terakhir. Presentasi saya berjudul "Recent Research at Gunung‎ Padang Megalithic Site ini Cianjur, West Java, Indonesia"," urai Ali.

Menurut dia, sebelumnya‎ paper ilmiah telah dikirimkan kepada panitia dan telah dibagikan kepada‎ para peserta. Para peserta tampak antusias saat menyaksikan presentasinya‎.

"Ekspresi yang sempat saya lihat di antara para peserta adalah decak kekaguman karena menyaksikan besarnya situs yang sedang diteliti dan‎ banyaknya temuan yang mengagumkan di situs tersebut. Para ilmuwan dan‎ peneliti dari mancanegara tersebut tercengang karena Situs Gunung Padang ternyata mempunyai ukuran yang sangat besar," jelas Ali.

Apresiasi juga diberikan karena metode dan teknik yang digunakan tergolong maju untuk riset arkeologi saat ini. Setelah presentasi, cukup banyak yang memberikan‎ ucapan selamat dan menunggu kabar baik dari riset selanjutnya.

"Beberapa peneliti dari berbagai negara juga menyataan siap jika dibutuhkan bantuannya. Bagi para peneliti tersebut, situs Gunung Padang tidak hanya penting dalam konstelasi megalitik Asia Tenggara tetapi juga dunia," tutupnya.

(ndr/nrl)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/10/19/133313/2723069/10/dipresentasikan-di-seoul-situs-gunung-padang-undang-decak-kagum-peneliti-asing

25 September 2014

Setelah Koin dan Kujang, Kini Ditemukan 'Jendela' di Gunung Padang


Rachmadin Ismail - detikNews

 
Foto: dok. TTRM Gunung Padang

Jakarta - Temuan demi temuan mengejutkan terus bermunculan di situs megalitikum Gunung Padang. Setelah koin dan artefak kujang yang menghebohkan, kini ada struktur batuan yang mirip dengan jendela. Bagaimana ceritanya?

Salah seorang anggota tim peneliti dari Gunung padang Y Paonganan mengatakan, ada struktur yang mirip dolmen (meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang). Bentuknya ada batu melintang lalu ditopang oleh batu-batu di bawahnya.

"Dolmen atau meja batu selama ini diinterpretasikan digunakan untuk penguburan. Dolmen juga digunakan sebagai kursi pada saat upacara keagamaan," kata Paonganan dalam rilis kepada detikcom, Selasa (24/9/2014).

Namun, ada perbedaan antara dolmen di tempat lain dan di Gunung Padang. Di sana, struktur itu mengarah pada satu bagian dari bangunan seperti jendela atau tempat saluran air.

"Hipotesa sementara ini adalah jendela atau ceruk dari bangunan megah tersebut. Temuan ahli konstruksi sipil DR Budiarto Ontowirjo oni dilaporkan ke Arkeolog DR Ali Akbar dan Tim arsitektur Pon Purajatnika dan Chaedar Saleh. Perlu penelitian lanjutan, karena di sela-sela batu tampaknya ada lubang. Minggu depan, temuan ini akan diteliti‎ lebih lanjut," paparnya.

(mad/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/09/24/151202/2699838/10/setelah-koin-dan-kujang-kini-ditemukan-jendela-di-gunung-padang

17 September 2014

Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang

Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang


Kawasan situs Megalit Gunung Padang saat dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Bambang Yudhoyono di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (25/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Cianjur - Artefak berbentuk koin logam yang ditemukan Tim Nasional Peneliti Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Wakil Ketua Timnas Bidang Arkeologi, Ali Akbar, mengatakan logam terbuat dari perunggu yang diperkirakan berasal dari masa 5.200 sebelum Masehi itu ditemukan pada Senin, 15 September 2014.

Koin tersebut, kata dia, berdiameter 1,7 sentimeter dan tebal 1,5 milimeter. "Uniknya, garis melingkar itu ternyata berbentuk untaian lingkaran yang sangat kecil sekali, dan diameternya sekitar 0,3 milimeter dengan jumlah sebanyak 84 lubang,” kata Akbar di Cianjur, Selasa, 16 September 2014.

Menurut Akbar, sebelumnya pada kedalaman 2-3 meter pihaknya menemukan beberapa artefak di sana, di antaranya mata tombak, trak logam, tongkat, gerabah, dan lain-lain, yang rata-rata berusia diperkirakan 5.200 SM. Namun, artefak yang terakhir ditemukan pada Senin lalu itu terdapat di kedalaman 11 meter saat proses pengeboran di teras lima.

"Saya memang belum bisa memastikan usia koin logam yang ditemukan. Tapi, jika artefak lainnya berusia 5.200 SM di kedalaman 2-3 meter, apalagi usia artefak koin logam yang ditemukan di kedalaman 11 meter. Jadi kemungkinan lebih tua lagi," ujar Akbar.

Koin logam yang ditemukan, lanjut dia, sekitar tengah malam pukul 00.00 WIB, saat proses pengeboran mencapai 11 meter. Koin itu juga terangkat melalui saluran pembuangan limbah, sehingga koin itu berbentuk utuh atau tidak rusak.

"Mata bor ini kan kecil sekitar 5 sentimeter. Jadi, di samping sisi kiri dan kanan bor itu ada saluran air agar memudahkan pengeboran, lalu dikeluarkan lagi melalui saluran sisi lainnya. Di saat saluran air itu berjalan, koin itu terangkat. Sehingga bentuk koin tersebut masih sangat utuh," kata dia.

Koin tersebut, kata dia, berwarna hijau kecokelatan. Ukurannya sangat kecil berdiameter 1,7 sentimeter dan permukaanya datar. Pada koin itu terdapat lingkaran yang sangat banyak motif. Seperti motif gawangan di samping lingkaran koin, lalu di dalamnya ada garis melingkar pada semua bagian koin.

Akbar memperkirakan koin tersebut digunakan sebagai status sosial dan ritual upacara, bukan alat penukaran. Sebelumnya para peneliti, memperkirakan di kedalaman 5 meter itu sudah tidak ada peradaban atau kehidupan lagi, kalau konteksnya dilihat saat penemuan artefak beberapa waktu lalu.

"Berarti usia situs itu bisa lebih tua lagi. Kemungkinan masih banyak benda-benda seperti itu. Tapi kami akan teliti dulu lebih lanjut dan dibawa ke laboratorium," katanya.

DEDEN ABDUL AZIZ

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/09/16/058607445/Koin-Logam-5200-SM-Ditemukan-di-Gunung-Padang

16 September 2014

Setelah 'Kujang', Tim Gunung Padang Kini Temukan Logam Beraksara Misterius

Senin, 15/09/2014 17:54 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews
 

dok. Tim Nasional Gunung Padang 
 
Jakarta - Para arkeolog yang tergabung dalam tim nasional Gunung Padang kembali menemukan benda kuno. Setelah artefak yang diduga mirip kujang, kini ada sebuah logam beraksara yang masih misterius asal usulnya.

Erick Rizky, salah seorang anggota tim menyebut, logam itu ditemukan tadi pagi. Posisinya terbenam di tanah kedalaman 11 meter. Warnanya hijau dan beraksara.

"Coring di kedalaman 11 meter subuh tadi ditemukan bentuk seperti logam beraksara yang tidak dikenal," kata Erick dalam email kepada detikcom, Senin (15/9/2014).

Saat ini, temuan tersebut sudah diserahkan ke juru pelihara gunung padang dan dipelajari serius oleh DR Ali Akbar. Tim kemudian akan membawanya ke laboratorium dan menafsirkannya nanti.

Sebelumnya tim juga menemukan benda mirip senjata khas Jawa Barat Kujang. Benda ini diduga, tak hanya dibuat asal-asalan. Namun menggunakan perhitungan matematis yang teliti.

"Bentuknya seperti senjata. Ada bagian pegangan, semacam pinggang, bagian bilah yang bifacial, tajaman dibuat dari dua sisi," kata arkeolog UI Ali Akbar.

Menurut dia, nama asli benda itu belum diketahui persis karena berasal dari masa prasejarah yakni suatu perioede ketika manusia belum mengenal huruf.

Wakil ketua Geologi Tim Gunung Padang Danny Hilman menambahkan, artefak itu berukuran 22 x 7 cm. Mengingatkannya pada konstanta phi. Selain itu, ada kandungan magnetik di dalam batu tersebut dan pori-porinya tidak bersambung, sehingga air tidak masuk ke dalam benda tersebut.

"Jadi, ini artefak tidak dibuat dengan sembarangan, tapi dibuat dengan rumus matematika," paparnya.

(mad/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/09/15/175438/2690919/10/setelah-kujang-tim-gunung-padang-kini-temukan-logam-beraksara-misterius?991104topnews

Tim Riset Temukan Koin di Gunung Padang, Diduga Dihasilkan dengan Teknik Cetak

Selasa, 16/09/2014 04:30 WIB
Fajar Pratama - detikNews


Jakarta - Timnas riset Gunung Padang menemukan sebuah koin ketika tengah mengebor di kedalaman 11 meter. Koin ini dipastikan bukan berbahan besi.

Penemuan tersebut terjadi pada tengah malam menjelang 15 September 2014 dinihari. Koin diperoleh melalui proses pengeboran menggunakan pipa berdiameter 5cm di Teras 5.

"Pada Kedalaman 11 meter diperoleh koin yang kemudian dilakukan analisis awal Oleh Tim Arkeologi, DR . Ali Akbar dkk," ujar ERik Rizki, sekretaris Timnas Riset Gunung Padang dalam pernyataannya, Selasa (16/9/2014).

Temuan tersebut kata Rizki, merupakan artefak karena menunjukkan hasil karya manusia. Artefak dibuat dari logam dan kini kondisinya telah mengalami proses oksidasi. Dalam proses pengujian cara sederhana, koin berwarna hijau kecoklatan itu dipastikan bukan besi.

Adapun dua sisi, masing-masing berpermukaan datar. Diameter 170mm, tebal 1,5mm. Sisi pertama tidak terlalu jelas menunjukkan gambar atau motif tertentu kecuali lingkaran di bagian dalam dengan jarak 3 mm dari pinggiran. Sisi kedua terdapat banyak motif atau gambar. Pada bagian pinggir atau tepian terdapat motif garis tegak menyambung dengan garis mendatar menyambung dengan garis tegak.

"Motif seperti ini dalam khasanah arkeologi disebut motif gawangan (seperti gawang). Pada jarak 6,5mm dari bagian pinggiran terdapat lingkaran. Lingkaran dengan diameter 10,5mm tersebut setelah diteliti lebih lanjut ternyata terdiri atas 84 lingkaran kecil," ujar Rizki.

Lingkaran-lingkaran kecil tersebut terletak berdampingan membentuk lingkaran. Masing-masing lingkaran kecil berukuran sama yakni 0,3 mm.

"Suatu ukuran yang maha kecil, sehingga untuk membuatnya diperlukan ketelitian, kesabaran, dan tingkat presisi yang super tinggi. Detail yang terdapat pada benda ini, ukurannya yang sangat kecil, dan konsistensi ukuran membawa pada kesimpulan sementara bahwa benda ini dihasilkan dengan teknik dicetak," kata Rizki.

(fjp/fjp)
Sumber : http://news.detik.com/read/2014/09/16/043043/2691171/10/tim-riset-temukan-koin-di-gunung-padang-diduga-dihasilkan-dengan-teknik-cetak

15 September 2014

Peneliti Bosnia Sebut Ada Kekuatan Magnet di Puncak Gunung Padang

Rabu, 14/05/2014 13:06 WIB

Peneliti Bosnia Sebut Ada Kekuatan Magnet di Puncak Gunung Padang

Dhani Irawan - detikNews

JAKARTA- Arkeolog dari Bosnia Herzegovia, Semir Sam Osmanagich mengungkapkan pengalamannya saat melakukan penelitian di situs Gunung Padang. Sam menyebut, adanya energi magnet di puncak bukit itu.

"Di dalam ada semacam kekuatan menyembuhkan. Di puncak terdapat kekuatan elektromagnetik yang semakin menguat," kata Sam dalam sebuah diskusi tentang situs Gunung Padang, di Auditorium Plaza Bank Mandiri, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2014).

Sam bersama dengan peneliti dari LIPI Danny Hilman Natawidjaja menjadi pembicara dalam acara Ganesha 83 Legacy Talk Series itu. Danny juga membenarkan adanya fenomena tersebut.

"Bahkan ada juga bagi orang-orang yang bisa merasakan ada di atas chamber-chamber itu. Ada beberapa spot yang terasa seperti itu," kata Danny.

Sam percaya jika situs Gunung Padang adalah sebuah struktur piramida yang direkayasa. Namun, masih ada pertanyaan lanjutan mengenai siapa yang membentuk situs itu dan bagaimana.

Sejauh ini, tim yang melakukan penelitian yaitu Tim Terpaddu Riset Mandiri Gunung Padang belum bisa menentukan usia situs ini secara relatif maupun absolut. Hal ini karena belum ditemukannya artefak di wilayah situs itu.

(dha/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/05/14/130631/2582362/10/peneliti-bosnia-sebut-ada-kekuatan-magnet-di-puncak-gunung-padang?nd771104bcj

[Video] Gunung Padang Teknologi Tinggi Indonesia Raya


AKUISISI DATA geofisika Tim Riset Gunung Padang diubah dalam bentuk animasi scientific oleh Andrawan, Ahli Desain Grafis dan Multi Media




Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=nRTLoPozoxQ


28 August 2014

Jabar siapkan Rp3 miliar untuk Situs Gunung Padang

Jabar siapkan Rp3 miliar untuk Situs Gunung Padang

Senin, 18 Agustus 2014 23:12 WIB | 5.552 Views
Jabar siapkan Rp3 miliar untuk Situs Gunung Padang
Situs megalitikum Gunung Padang (area-wisata-jabar.blogspot.com)
 
 
Bandung (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar dari APBD 2014 untuk membebaskan lahan di Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur.

"Tadinya Rp15 miliar dari Pemprov Jabar, tetapi tidak ada payung hukumnya kita turunkan menjadi Rp3 miliar," kata Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar usai pertemuan dengan Tim Nasional Gunung Padang di Bandung, Senin.

Ia menuturkan, dana sebesar itu belum terpakai karena status kepemilikan tanah di kawasan Gunung Padang belum diketahui.

Ia mengungkapkan, kucuran dana itu merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Jabar untuk proses penelitian Gunung Padang agar cepat selesai.

"Pemprov Jabar mendukung penuh proses penelitian Situs Gunung Padang bisa diselesaikan," katanya.

Pemerintah Provinsi Jabar, kata Deddy, juga siap membangun sarana transportasi ke daerah Gunung Padang

Sementara yang baru tersedia, lanjutnya, transportasi Kereta Api yang diharapkan Gunung Padang menjadi salah satu wisata unggulan di Jabar.

"Kami harap pengembangan kawasan situs Gunung Padang menjadi kawasan wisata yang unggul," katanya.

Upaya mempercantik Gunung Padang, kata Deddy, pihaknya akan membenahi warung sekitar gunung agar lebih menarik dan tidak mengganggu keaslian Situs Gunung Padang.

"Situs ini harus Ada manfaat untuk masyarakat di sana, Situs Gunung Padang dari Jawa Barat untuk Indonesia, Indonesia untuk dunia," kata Deddy.

(KR-FPM/F003)
Editor: Tasrief Tarmizi

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/449013/jabar-siapkan-rp3-miliar-untuk-situs-gunung-padang?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=flybox

Wisatawan asal Eropa kunjungi Gunung Padang

Wisatawan asal Eropa kunjungi Gunung Padang

Minggu, 15 Juni 2014 19:23 WIB | 4.431 Views
Wisatawan asal Eropa kunjungi Gunung Padang
Situs Megalit Gunung Padang. (infowisata.com)
 
 
Cianjur (ANTARA News) - Sejak satu bulan terakhir, Situs Meghalit Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar, dikunjungi ratusan wisatawan dari sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah dan Australia.

Situs itu, telah dikunjungi sebanyak 135 wisatawan dari berbagai negara di Eropa dan Timur Tengah, seperti Australia, Canada, Rusia, Jerman, Amerika, Italia, Belanda, Prancis dan Arab Saudi.

Koodinator Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang, Minggu, mengatakan, pengunjung dari luar negeri mulai berdatangan sejak beberapa pekan ini. Sedangkan wisatawan lokal terjadi mencapai 21 ribu dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Kunjungan ke situs sekarang makin banyak dari luar negeri dan setiap minggu pasti ada wisatawan asing yang datang. Untuk wisatawan lokal mencapai ratusan setiap hari Minggu," katanya

Banyaknya wisatawan asing, menurut dia, menandakan Gunung Padang telah dikenal dan dikatahui hingga tinggat internasional, sehingga pihaknya mengharapkan pemerintah dapat lebih memfasilitasi sarana dan prasarana penunjang, termasuk infrastruktur.

"Fasilitas yang ada saat ini masih belum bagus dan sangat minim. Belum lagi buruknya infrastruktur jalan menuju kawasan ini," tuturnya.

Selain itu, tambah dia, gerbang atau pintu masuk dan keluar situs perlu diubah. Sebab, antrean panjang kerap terjadi di halaman pintu masuk. Seharusnya, lanjut dia, pintu keluar dialihkan ke jalan Kampung Cipanggulaan, sehingga wisatawan yang akan masuk atau keluar tidak mengantre.

"Terkadang kami sendiri yang mengalihkan pengunjung yang keluar ke jalan Kampung Cipanggulaan karena kemarin sudah ada donatur yang memperbaiki jalan itu," ucapnya.

Sementara itu, tambah dia, di area Situs Gunung Padang membutuhkan 40 tong sampah untuk memisahkan sampah organik dan non organik. Pasalnya, petugas di situs selalu kewalahan menangani sampah ketika tingkat kunjungan membludak.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa menambah lagi tempat sampah, agar pengunjung tidak buang sampah sembarangan," harapnya.
(KR-FKR/Y003)
Editor: Ruslan Burhani



Sumber : http://www.antaranews.com/berita/439163/wisatawan-asal-eropa-kunjungi-gunung-padang?utm_source=fly

LPDP Dukung Riset dan Pengembangan Situs Gunung Padang

ARKEOLOGI

LPDP Dukung Riset dan Pengembangan Situs Gunung Padang

Jumat, 22 Agustus 2014 | 07:03 WIB
 
KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT - KRISTIANTO PURNOMO Situs megalit Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 30 Mei 2014. Tim Riset Mandiri Gunung Padang mengungkapkan bahwa situs dibangun oleh empat kebudayaan berbeda, yang tertua diperkirakan mencapai umur 10.000 tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan mendukung riset dan pengembangan situs Gunung Padang. Dukungan tersebut berupa bantuan pendanaan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara LPDP dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan seusai upacara bendera memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Minggu (17/08/2014) lalu.

"Kami berterima kasih kepada LPDP yang sudah memberikan dukungan pendanaan riset dan pengembangan Situs Gunung Padang," kata Mendikbud di Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Pada kesempatan tersebut Mendikbud juga mengundang TNI Angkatan Darat yang masuk dalam tim nasional penelitian dan pengelolaan Situs Gunung Padang. Selain Kemendikbud dan TNI Angkatan Darat, tim nasional penelitian situs Gunung Padang juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian ESDM, Gubernur Provinsi Jawa Barat, dan Bupati Cianjur.

"Pembentukan tim nasional diharapkan dapat saling mendukung dalam melakukan riset sampai pengembangan yang lebih jauh lagi," kata Mendikbud.

Mendikbud mengatakan, saat ini TNI Angkatan Darat sudah mulai melakukan pembersihan situs Gunung Padang yang berlokasi di perbatasan Dusun Gunung padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Pembersihan lokasi sekitar Situs itu diharapkan selesai pada Oktober 2014, yaitu sebelum masa Kabinet Indonesia Bersatu dua berakhir.

"Saya juga berharap Situs ini menjadi suatu temuan yang sangat mengagumkan dan sangat unggul," ujarnya. (SENO HARTONO)


Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2014/08/22/07030071/LPDP.Dukung.Riset.dan.Pengembangan.Situs.Gunung.Padang