Showing posts with label ATLANTIS. Show all posts
Showing posts with label ATLANTIS. Show all posts

28 August 2014

Jabar siapkan Rp3 miliar untuk Situs Gunung Padang

Jabar siapkan Rp3 miliar untuk Situs Gunung Padang

Senin, 18 Agustus 2014 23:12 WIB | 5.552 Views
Jabar siapkan Rp3 miliar untuk Situs Gunung Padang
Situs megalitikum Gunung Padang (area-wisata-jabar.blogspot.com)
 
 
Bandung (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar dari APBD 2014 untuk membebaskan lahan di Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur.

"Tadinya Rp15 miliar dari Pemprov Jabar, tetapi tidak ada payung hukumnya kita turunkan menjadi Rp3 miliar," kata Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar usai pertemuan dengan Tim Nasional Gunung Padang di Bandung, Senin.

Ia menuturkan, dana sebesar itu belum terpakai karena status kepemilikan tanah di kawasan Gunung Padang belum diketahui.

Ia mengungkapkan, kucuran dana itu merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Jabar untuk proses penelitian Gunung Padang agar cepat selesai.

"Pemprov Jabar mendukung penuh proses penelitian Situs Gunung Padang bisa diselesaikan," katanya.

Pemerintah Provinsi Jabar, kata Deddy, juga siap membangun sarana transportasi ke daerah Gunung Padang

Sementara yang baru tersedia, lanjutnya, transportasi Kereta Api yang diharapkan Gunung Padang menjadi salah satu wisata unggulan di Jabar.

"Kami harap pengembangan kawasan situs Gunung Padang menjadi kawasan wisata yang unggul," katanya.

Upaya mempercantik Gunung Padang, kata Deddy, pihaknya akan membenahi warung sekitar gunung agar lebih menarik dan tidak mengganggu keaslian Situs Gunung Padang.

"Situs ini harus Ada manfaat untuk masyarakat di sana, Situs Gunung Padang dari Jawa Barat untuk Indonesia, Indonesia untuk dunia," kata Deddy.

(KR-FPM/F003)
Editor: Tasrief Tarmizi

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/449013/jabar-siapkan-rp3-miliar-untuk-situs-gunung-padang?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=flybox

Wisatawan asal Eropa kunjungi Gunung Padang

Wisatawan asal Eropa kunjungi Gunung Padang

Minggu, 15 Juni 2014 19:23 WIB | 4.431 Views
Wisatawan asal Eropa kunjungi Gunung Padang
Situs Megalit Gunung Padang. (infowisata.com)
 
 
Cianjur (ANTARA News) - Sejak satu bulan terakhir, Situs Meghalit Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar, dikunjungi ratusan wisatawan dari sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah dan Australia.

Situs itu, telah dikunjungi sebanyak 135 wisatawan dari berbagai negara di Eropa dan Timur Tengah, seperti Australia, Canada, Rusia, Jerman, Amerika, Italia, Belanda, Prancis dan Arab Saudi.

Koodinator Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang, Minggu, mengatakan, pengunjung dari luar negeri mulai berdatangan sejak beberapa pekan ini. Sedangkan wisatawan lokal terjadi mencapai 21 ribu dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Kunjungan ke situs sekarang makin banyak dari luar negeri dan setiap minggu pasti ada wisatawan asing yang datang. Untuk wisatawan lokal mencapai ratusan setiap hari Minggu," katanya

Banyaknya wisatawan asing, menurut dia, menandakan Gunung Padang telah dikenal dan dikatahui hingga tinggat internasional, sehingga pihaknya mengharapkan pemerintah dapat lebih memfasilitasi sarana dan prasarana penunjang, termasuk infrastruktur.

"Fasilitas yang ada saat ini masih belum bagus dan sangat minim. Belum lagi buruknya infrastruktur jalan menuju kawasan ini," tuturnya.

Selain itu, tambah dia, gerbang atau pintu masuk dan keluar situs perlu diubah. Sebab, antrean panjang kerap terjadi di halaman pintu masuk. Seharusnya, lanjut dia, pintu keluar dialihkan ke jalan Kampung Cipanggulaan, sehingga wisatawan yang akan masuk atau keluar tidak mengantre.

"Terkadang kami sendiri yang mengalihkan pengunjung yang keluar ke jalan Kampung Cipanggulaan karena kemarin sudah ada donatur yang memperbaiki jalan itu," ucapnya.

Sementara itu, tambah dia, di area Situs Gunung Padang membutuhkan 40 tong sampah untuk memisahkan sampah organik dan non organik. Pasalnya, petugas di situs selalu kewalahan menangani sampah ketika tingkat kunjungan membludak.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa menambah lagi tempat sampah, agar pengunjung tidak buang sampah sembarangan," harapnya.
(KR-FKR/Y003)
Editor: Ruslan Burhani



Sumber : http://www.antaranews.com/berita/439163/wisatawan-asal-eropa-kunjungi-gunung-padang?utm_source=fly

LPDP Dukung Riset dan Pengembangan Situs Gunung Padang

ARKEOLOGI

LPDP Dukung Riset dan Pengembangan Situs Gunung Padang

Jumat, 22 Agustus 2014 | 07:03 WIB
 
KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT - KRISTIANTO PURNOMO Situs megalit Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 30 Mei 2014. Tim Riset Mandiri Gunung Padang mengungkapkan bahwa situs dibangun oleh empat kebudayaan berbeda, yang tertua diperkirakan mencapai umur 10.000 tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan mendukung riset dan pengembangan situs Gunung Padang. Dukungan tersebut berupa bantuan pendanaan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara LPDP dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan seusai upacara bendera memperingati HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Minggu (17/08/2014) lalu.

"Kami berterima kasih kepada LPDP yang sudah memberikan dukungan pendanaan riset dan pengembangan Situs Gunung Padang," kata Mendikbud di Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Pada kesempatan tersebut Mendikbud juga mengundang TNI Angkatan Darat yang masuk dalam tim nasional penelitian dan pengelolaan Situs Gunung Padang. Selain Kemendikbud dan TNI Angkatan Darat, tim nasional penelitian situs Gunung Padang juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian ESDM, Gubernur Provinsi Jawa Barat, dan Bupati Cianjur.

"Pembentukan tim nasional diharapkan dapat saling mendukung dalam melakukan riset sampai pengembangan yang lebih jauh lagi," kata Mendikbud.

Mendikbud mengatakan, saat ini TNI Angkatan Darat sudah mulai melakukan pembersihan situs Gunung Padang yang berlokasi di perbatasan Dusun Gunung padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Pembersihan lokasi sekitar Situs itu diharapkan selesai pada Oktober 2014, yaitu sebelum masa Kabinet Indonesia Bersatu dua berakhir.

"Saya juga berharap Situs ini menjadi suatu temuan yang sangat mengagumkan dan sangat unggul," ujarnya. (SENO HARTONO)


Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2014/08/22/07030071/LPDP.Dukung.Riset.dan.Pengembangan.Situs.Gunung.Padang

Gunung Padang layak masuk kurikulum sekolah

Gunung Padang layak masuk kurikulum sekolah

Minggu, 24 Agustus 2014 20:08 WIB | 5.729 Views
Gunung Padang layak masuk kurikulum sekolah
 
Pemandangan sebagian dari situs megalitikum Gunung Padang, Jawa Barat. Peradaban megalitikum diketahui di Tanah Air tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Pulau Nias, Sumatera Utara, dan sebagian Pulau Flores, NTT. Situs Gunung Padang diketahui berusia jauh lebih tua ketimbang peradaban Mesir Kuno. (wikipedia.org)
 
 
Cianjur, Jawa Barat (ANTARA News) - Keberadaan situs megalithikum Gunung Padang, di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, dinilai layak masuk kurikulum sekolah.

"Tidak menutup kemungkian banyak fakta berbagai bidang ilmu pengetahuan ditemukan di situs tersebut usai ekskavasi dan penelitian," kata Koordinator Sahabat Gunung Padang (SGP), Eko Wiwid, di Cianjur, Minggu.

Dia menjelaskan, situs Gunung Padang sudah layak masuk dalam kurikulum sekolah pada mata pelajaran sejarah, geologi atau geografi. Hal tersebut untuk lebih diketahui pelajar tentang potensi, sejarah, seni dan kebudayaan kehidupan orang-orang zaman dulu.

"Potensi situs itu seperti yang kita ketahui bahwa potensinya sangat luar biasa. Setelah terkuak peradabannya, diharapkan bisa masuk kurikulum sekolah," katanya.

Dia menjelaskan, keberadaan situs tersebut semakin banyak yang mengapresiasi, bahkan yang berkunjung tidak hanya dari kalangan ilmuwan, budayawan, seniman, sejarahwan, jurnalis, TNI serta masyarakat secara umum.

"Namun antusiasme soal keberadaan situs Gunung Padang itu datang dari kalangan kaum muda, mahasiswa dan pelajar," katanya.

Hal ini, menurut dia, terlihat saat pihaknya dan relawan SGP melakukan dialog langsung dengan pengunjung di lokasi situs setiap hari libur sekolah. Ternyata banyak kalangan muda dari mahasiswa luar kota, bahkan luar negeri datang ke lokasi situs terbesar dan tertua di dunia itu.

"Pengunjung yang datang ke Gunung Padang, terus mengalami peningkatan, baik peningkatan dari jumlah atau kuantitas pengunjung," katanya.

Selain itu, ungkap Eko, ada peningkatan jenis varian wisatawan, seperti wisatawan mancanegara, wisatawan dari luar Jabar serta luar pulau jawa seperti dari Bali, Sulawesi, Sumatra dan beberapa daerah lainya.

"Selain adanya peningkatan varian jumlah dan wisatawan asal negara atau daerah. Terjadi peningkatan dari kalangan pelajar dan mahasiswa," katanya.

Sebelumnya ucap dia, Gunung Padang hanya diketahui beberapa kalangan tertentu seperti orang-orang yang niat berziarah atau wisata relegi.

"Dengan ada peningkatan jumlah dan varian wisatawan seperti ini, dengan adanya penelitian situs Gunung Padang yang dilakukan TTRM, mempunyai dampak posutif yang lur biasa," katanya.

Dia menambahkan, hal itu dibuktikan dengan di link-link internet dari 2011, banyak informasi soal Gunung Padang diakses penguna internet dengan jumlah rating hingga jutaan orang
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2014

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/450018/gunung-padang-layak-masuk-kurikulum-sekolah

"Bila Dipugar, Gunung Padang Lebih Indah Ketimbang Borobudur"

"Bila Dipugar, Gunung Padang Lebih Indah Ketimbang Borobudur"

Gunung Padang akan menjadi situs yang menarik di dunia, kata peneliti

Kamis, 1 Mei 2014, 07:24
Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Wajah situs Gunung Padang masih terbenam dalam tanah. Namun diyakini para ahli, beberapa tahun kemudian tempat tersebut akan cantik melebihi Candi Borobudur.

Situs zaman prasejarah yang berada di Cianjur itu kini baru terlihat bebatuannya saja. Menurut para ahli yang tergabung dalam Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM), dengan pemugaran, Gunung Padang akan menjadi situs yang menarik di dunia.

TTRM sedari tahun 2011 hingga Mei 2013 berusaha mengungkap misteri yang berada di dalam Gunung Padang.

"Situs Gunung Padang menjadi ajang pembuktian hipotesis bahwa bencana (katastrofi) mampu mengubah muka bumi beradaban dan populasi manusia," kata Ali Akbar, Ketua TTRM sekaligus pengajar di Departemen Arkeologi UI saat diskusi Restorasi Gunung Padang di Hotel Ambhara, Rabu 30 April 2014.

Ali menambahkan, dalam penelitian ini yang paling penting adalah tahap pemugaran dan pengembangan kawasan. "Memugar dan mengembangkan kawasan situs akan berdampak langsung pada kehidupan warga di sekitarnya," katanya.

Situs megalitikum ini baru dipugar pertama kali di puncaknya saja itu tahun 1985. Situs ini tak jauh berbeda dengan Borobudur saat ditemukan.

Bila candi termegah tersebut ditemukan tahun 1918, maka Gunung Padang lebih tua empat tahun. Dan awalnya, kondisi Borobudur hampir sama dengan Gunung Padang saat ini. Menurut Ali, yang membedakan saat ditemukan para ahli candi di Jawa Tengah ini dipugar dan Gunung Padang dibiarkan sampai 1979.
Dana Pribadi
Belajar dari Borobudur, TTRM ingin segera memugarkan situs yang berada di Cianjur tersebut. "Gunung Padang bila dipugar berpotensi lebih indah dari Borobudur," kata Ali.

Mengenai dana untuk pemugaran, TTRM tidak bisa memperkirakannya, namun berpatok dari pemugaran Borobudur yang menghabiskan sekitar US$25 juta.

Sampai saat ini, penelitian tersebut belum ada tercampur dana pemerintah, hanya dukungan ahli dari Kemendikbud. "Tim Terpadu Riset Mandiri masih menggunakan dana pribadi," kata Ali.

TTRM merupakan gabungan orang-orang yang mempunyai keahlian dari berbagai disiplin ilmu seperti Arkeologi, Astronimi, Arsitektur, Geologi, dan lainnya. (ren)


© VIVA.co.id 

Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/501029--bila-dipugar--gunung-padang-lebih-indah-ketimbang-borobudur-

Gunung Padang Kian Betot Perhatian Peneliti Dunia

Gunung Padang Kian Betot Perhatian Peneliti Dunia

Sejumlah negara sudah menyatakan niatnya meneliti Gunung Padang


Selasa, 19 Agustus 2014, 08:02
Situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat
Situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat (Antara/ Agus Bebeng) (Antara/ Agus Bebeng)
VIVAnews – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan keberadaan situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur telah menarik perhatian peneliti dunia untuk mengungkap misteri di baliknya.

Menurut Deddy, hal itu terungkap setelah dia bertemu dengan salah satu lembaga carbon dating (penanggalan unsur karbon) yang bermarkas di Miami, Amerika Serikat.

"Saat mengumumkannya secara online situs mereka, sudah cukup menggemparkan dunia. Buat para peneliti dunia, situs Gunung Padang merupakan sesuatu yang cukup menggiurkan dan menarik minat mereka untuk melakukan penelitian," ucap Deddy.

Selain lembaga carbon dating asal Negeri Paman Sam, Deddy juga menyatakan sejumlah negara sudah menyatakan ketertarikan untuk datang dan mengupas misteri sejarah yang berada di Gunung Padang. Salah satunya yang sudah menyampaikan langsung adalah Bosnia-Herzegovina.

"Sudah banyak peneliti yang datang dan menyampaikan langsung kepada kami. Salah satunya dari Bosnia, bahkan mereka menyatakan sudah membentuk tim untuk melakukan penelitian," terang Deddy.

Meski para peneliti dunia sudah mulai berdatangan, namun Deddy menyatakan Pemprov Jabar belum bisa memberikan akses dan izin kepada mereka untuk menggelar penelitian.

"Memang banyak yang tertarik, tapi sejauh ini tidak kami izinkan untuk melakukan penelitian," tegasnya.

Deddy menambahkan, Pemprov Jabar sendiri sudah menyusun rencana strategis, terutama untuk pengembangan potensi di sektor kepariwisataan dengan adanya Gunung Padang ini. "Untuk saat ini, kami baru kucurkan Rp3 miliar untuk menjadikan situs Gunung Padang sebagai kawasan wisata unggulan," paparnya.

Sebenarnya, kata dia, Pemprov Jabar ingin kucurkan Rp15 miliar. Namun, dana ini terbentur payung hukum. Meski demikian, dia menjamin bahwa pemprov akan terus mendukung pengembangan Gunung Padang tersebut. (ita)


© VIVA.co.id 

sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/530118-gunung-padang-kian-betot-perhatian-peneliti-dunia

Deddy Mizwar: Misteri Gunung Padang Harus Terungkap Sebelum SBY Lengser

Selasa, 26/08/2014 16:58 WIB

Deddy Mizwar: Misteri Gunung Padang Harus Terungkap Sebelum SBY Lengser

Tya Eka Yulianti - detikNews
 
foto: Rumgapres

Bandung - Penelitian situs megalitikum Gunung Padang saat ini tengah dilakukan oleh tim nasional. Mereka diminta mengungkap misteri harta karun Gunung Padang sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakhiri masa jabatannya.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (26/2014). Perkembangan Gunung Padang tersebut dikatakan Deddy telah dilaporkan pada presiden.

"Khusus untuk Gunung Padang, presiden meminta supaya Pemprov Jabar mengawal. Sebelum beliau turun mudah-mudahan sudah terungkap," ujar Deddy.

Deddy mengatakan, tim peneliti akan berupa mengungkap apa saja yang menjadi spekulasi Gunung Padang.

"Ada harta karun apa sih, supaya tidak terjadi spekulasi. Insya Allah sebelum beliau serah terima jabatan," katanya.

Deddy pun mengatakan bahwa TNI turut dilibatkan dalam tim nasional ekskavasi Gunung Padang untuk ikut membantu.

"Peran TNI diharapkan dalam pengaman, supaya bagaimana konstruksi tidak roboh," tutur Deddy.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/08/26/165800/2673240/10/deddy-mizwar-misteri-gunung-padang-harus-terungkap-sebelum-sby-lengser

03 November 2012

Situs Gunung Padang Lebih Tua dari Piramida Giza


Laboratorium internasional di Miami itu kerap menjadi rujukan dunia.

Sabtu, 3 November 2012, 06:45                                     Syahid Latif, Amal Nur Ngazis
Situs Megalitikum Gunung Padang


VIVAnews - Laboratorium Beta Analytic Miami, Florida, Amerika Serikat
merilis usia bangunan bawah permukaan Gunung Padang. Hasilnya
mengejutkan. Umur lapisan dari kedalaman sekitar 5-12 meter pada Bor 2
mencapai 14.500–25.000 SM atau lebih tua dari umur tersebut. Bahkan,
usia tersebut lebih tua dibandingkan dari Piramida Giza di
Mesir yang berumur 2.560 SM.

Hasil ini konsisten dan memperkuat hasil uji karbon dating laboratorium
Batan, yang dengan metoda LSC C14 dari material paleosoil di kedalaman
-4 meter pada lokasi bor coring 1, usia material paleosoil menunjukkan
5500 +130 tahun BP(before present) yang lalu.
Sementara itu, pengujian material pasir di kedalaman -8 sampai dengan
-10 meter pada lokasi coring bor 2 adalah 11000 + 150 tahun BP yang lalu.

"Fakta pengukurannya seperti itu, akurasi sangat penting. Di Batan hanya
sampel lebih banyak, harusnya ketepatan tidak perlu diragukan lagi, apalagi
jika sampelnya lebih banyak. Kita semakin yakin," ujar Budiono Ontowirjo,
anggota Tim Terpadu Riset Mandiri kepada VIVAnews, Jumat 2 November 2012.
Budiono mengatakan sampel yang diambil Batan saat itu mencapai 200 gram,
sedangkan di laboratorium Miami, yang menghasilkan hasil akurat, cukup
mengambil 3 gram dengan materi yang sama diuji di laboratorium Batan.

Sebagaimana diketahui, laboratorium internasional di Miami tersebut
kerap menjadi rujukan berbagai riset dunia terutama terkait uji karbon 
(carbon dating).

Dengan demikian, hasil uji laboratorium Batan dan Beta Analytic Miami,
Florida tersebut menjawab keraguan banyak pihak atas uji sampel
laboratorium Batan.

Sebelumnya, tim riset terpadu mandiri telah melakukan uji terkait usia
Gunung Padang di laboratorium Batan, namun tidak banyak respons positif,
bahkan beberapa pihak meragukannya.

"Jadi, sudah bisa dipastikan itu adalah hasil budaya, kalau ada susunan
itu hasil budaya, struktur sangat bagus, semakin ke bawah umur
semakin tua," ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap sudah saatnya kemampuan, kualitas
para ilmuwan dan laboratorium Batan diakui.

Usai pengungkapan hasil uji laboratorium Miami, pihaknya semakin
terus melanjutkan riset Gunung Padang.

"Ini akan lanjut lagi, riset ini kan perlu 3-5 tahun. Ke depan bisa
dipastikan bentuk bangunannya, dan tentu perlu dilakukan renovasi
bangunan agar tidak berantakan seperti saat ini," katanya.

Berikut hasil uji kedua laboratorium :

Laboratorium Batan

1. Umur dari lapisan tanah di dekat permukaan (60 cm di bawah
permukaan) sekitar 600 tahun SM --hasil carbon dating dari sampel
yang diperoleh Arkeolog, DR Ali Akbar, anggota Tim Riset
Terpadu di Lab BATAN--

2. Umur dari lapisan pasir-kerikil pada kedalaman sekitar 3-4 meter
di Bor-1 yang melandasi situs Gunung Padang di atasnya --sehingga
bisa dianggap umur ketika Situs Gunung Padang di lapisan atas
dibuat-- sekitar 4700 tahun SM atau lebih tua (diambil
dari hasil analisis Batan).

3. Umur dari pasir yang mengisi rongga di kedalaman 8-10 meter
di Bor-2, sekitar 11.600-an tahun SM atau lebih tua.

Laboratorium Miami Florida

1. Umur lapisan tanah urug di kedalaman 4 meter diduga 
man made stuctures (struktur yang dibuat oleh manusia) dengan
ruang yang diisi pasir (di kedalaman 8-10 meter) di
bawah Teras 5 pada Bor-2,sekitar 7600-7800 SM (Lab Miami Florida).

2. Umur dari lapisan dari kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter,
sekitar 14500–25000 SM / atau lebih tua (Lab Miami Florida). (art)

06 October 2012

Kitab Henokh Ungkap Peradaban Lemuria Zaman Idris



Kitab Henokh (Enoch) mengungkap misteri peradaban kuno yang hilang (Lemuria), peradaban pertama yang maju dengan ilmu pengetahuan dari ‘surga’?
Potongan Buku Henokh atau sebagian sejarawan menyebutnya kitab Henokh yang ditemukan akhirnya sedikit demi sedikit bisa menjawab keberadaan benua yang hilang, peradaban Lemuria yang menjadi wilayah maju dan sombong hingga Tuhan harus menenggelamkannya kedalam Samudera Pasifik.
Fallen Angels and the Origins of Evil‘ karya Elizabeth Clare, setidaknya menjelaskan secara rinci tentang asal usul Benua Lemuria, Atlantis,  dan Dunia Bawah dengan menerjemahkan Kitab Henokh dan Alkitab yang ada saat ini. Ada juga sumber lain yang diperoleh dari seorang penulis Arab di abad pertengahan, Al Masoudi. Mungkin, artikel kali ini terdengar seperti sebuah ‘keyakinan’ tapi nantinya lebih mendekati ‘mitos’ yang terdengar seperti ‘kenyataan’.

Kitab Henokh, Kunci Misteri Peradaban Awal

Ahli Alkitab dan beberapa arkeolog menganggap kisah Henokh (Enoch) berada di Timur Tengah, ada kemungkinan Henokh (ataupun Idris) hidup di peradaban kuno Lemuria ataupun Atlantis. Henokh adalah generasi ke-7 keturunan Adam, hidup di Taman Eden yang terletak di Lemuria (Mu) Samudera Pasifik. Benua Lemuria yang menghilang 250.000 tahun lalu akibat ledakan gas di bawah benua. Pada tahun 2004, beberapa studi ilmiah independen telah mengkonfirmasi ledakan ini. Salah satu ilmuwan benar-benar mengatakan ada ledakan saat ini. Yang lainnya mengatakan ada bencana lain yang didasarkan adanya penurunan oksigen dalam jumlah besar diplanet bumi.
kitab henokh, enoch
Scroll Kitab Henokh / Credit: University of Michigan, Ann Arbor Library
Henokh diperkirakan lebih dekat dengan generasi Nabi Nuh yang mungkin menempatkan dirinya di wilayah yang sama dengan Nuh. Secara umum diakui oleh para ilmuwan dan mereka yang akrab dengan sejarah esoterik bumi, bahwa banjir terjadi sekitar 12.000 tahun yang lalu. Banyak yang percaya bahtera itu mendarat di timur tengah, tapi bukan berarti bahwa Atlantis dekat dengan Mediterrenean. Sebagian arkeolog menempatkan Atlantis dekat dengan Yunani tetapi tidak semua, mereka tidak dibatasi ortodoksi seperti John Anthony West, Robert Shoch, Graham Hancock, Robert Bauval, Michael Cremo dan ilmuwan lain yang mengetahui bahwa sejarah Mesir kuno dan legenda Atlantis sangat jauh berbeda.
Plato menulis bahwa benua Atlantis berada di luar Pilar Hercules, ilmuwan masih belum memberikan gambaranperadaban kuno yang mampu membangun piramida Mesir dengan batu dan saat ini manusia tidak sanggup membangunnya. Selama ini, Gereja Katolik menolak Plato dan mendukung Aristoteles karena Plato lebih bersifat mistis. Mistisisme menyiratkan bahwa individu memiliki kemampuan untuk memasuki arus Ilahi atau memiliki hubungan langsung dengan Tuhan. Hal ini tentu saja dianggap ‘laknat’ oleh Gereja Katolik yang tergerus kekuasaan dan otoritas.
Dalam penerjemahan secara Islami, naskah Aristoteles yang diterjemahkan Roger Bacon perlahan mulai terungkap. Tapi polemik dan perbedaan pendapat terjadi, Roger Bacon adalah seorang alkemis yang dianggap mistik dan hal itu lebih selaras dengan filosofis Plato.
Literatur esoteris dan metafisik selama lebih dari 120 tahun terakhir menyatakan bahwa Atlantis berada di tengah Samudra Atlantik. A Dweller on Two Planets (1, 2) karya Phylos, adalah buku yang menceritakan tentang Atlantis dan diterbitkan sekitar waktu yang sama. Edgar Cayce tidak hanya menggambarkan Atlantis tapi juga mengatakan bukti akan ditemukan sekitar Bimini. Tradisi esoterik lainnya seperti ‘The Bridge to Freedom and The Summit Lighthouse‘ telah memberikan gambaran yang dimulai dari tradisi-tradisi yang tersisa. Taylor Caldwell diusia 12 tahun menulis tentang legenda peradaban kuno di benua Atlantik dalam buku ‘The Romance of Atlantis’. Dalam bukunya menyatakan tentang kejatuhan dan penurunan moral serta spiritual. Pada puncaknya mengalami bencana banjir besar seperti yang diceritakah cucu Henokh (Nuh) dalam Alkitab.

Keturunan Adam Mendirikan Peradaban Lemuria

Berkembangnya manusia di Bumi melalui beberapa tahap yang akhirnya mendirikan peradaban kuno yang dibentuk anak-anak Adam. Keturunan Adam sebagian besar sejarahnya hampir tidak bisa ditelusuri. Bumi tenggelam hingga ke level paling rendah dan ketika itu kesadaran spiritual padam. Adam dan Hawa hidup di muka bumi dengan berbagai perkembangan yang kurang maju. Ketika Cain (Qabil) membunuh Habel (keturunan Adam yang saling membunuh), dia diusir untuk mencari istri dari keturunan lain, Cain pergi ke daratan Lemuria untuk menemukan pasangan.
Adam dan Hawa bukan makhluk pertama di Bumi, mereka memiliki tetangga meskipun jauh. Misteri yang melahirkan keturunan Cain dan berkembang di Lemuria, keturunan yang kehilangan moral dan spritual hingga Tuhan memberikan bencana besar.
Beberapa sejarawan memiliki anggapan berbeda dalam konsep penerjemahan Adam dan Hawa sebagai manusia yang pertama kali diciptakan Tuhan. Adam lebih berkaitan dengan Roh yang pertama kali diciptakan, kemudian mereka ditemani oleh banyak ‘pasangan’ yang juga hidup di planet bumi. Logikanya, ketika Cain diusir dari lingkaran Adam, bagaimana dia bisa mendapatkan pasangan? Yang menjadi pertanyaan, apakah fisik pasangannya sama seperti Hawa?

Kitab Henokh Menceritakan Kehancuran Lemuria Dan Atlantis

Kitab Henokh memiliki banyak misteri yang bisa mengungkap keberadaan peradaban kuno Lemuria dan Atlantis. Berikut beberapa isi kitab Henokh yang diterjemahkan Elizabeth Clare.
Kitab Henokh berbicara tentang alam yang tidak jelas di mana sejarah dan mitologi saling tumpang tindih, serta huruf-huruf rahasia tak terduga tentang pengetahuan kuno. Ketika para malaikat surgawi dan pemimpin mereka bernama Samyaza mengembangkan nafsu tak terpuaskan atas ‘anak perempuan dari manusia’ di bumi dan keinginan tak tertahankan untuk melahirkan anak dengan wanita-wanita ini. Samyaza takut untuk turun sendiri, maka dia meyakinkan 200 malaikat yang disebut ‘Penjaga’ untuk menemaninya dalam misi kenikmatan. Kemudian para malaikat mengambil sumpah dan terikat diri melalui ‘kutukan bersama’. Para malaikat turun dan mengambil istri di antara anak perempuan manusia. Mereka mengajarkan sihir kepada wanita, mantra, dan ramalan versi rahasia surga.
Para wanita itu mengandung anak dari para malaikat, raksasa-raksasa jahat. Raksasa yang melahap semua makanan manusia di bumi, mereka membunuh dan memakan burung, reptil, dan ikan. Tidak ada yang sakral, tak lama kemudian Homo Sapiens menjadi hidangan mewah (7:1-15). Azazyel menciptakan perlengkapan tidak wajar untuk istrinya seperti riasan mata dan gelang mewah untuk meningkatkan daya tarik seks. Sedangkan untuk pria, Azazyel mengajarkan mereka ‘setiap jenis kejahatan’ termasuk sarana untuk membuat pedang, pisau, perisai, pakaian perang dan semua peralatan perang (8:1-9).
Ketika manusia di bumi berseru menentang kekejaman ditimpakan pada mereka, Surga mendengar permohonan manusia. Para malaikat perkasa Mikail, Jibril, Raphael (Israfil), Suryal, dan Uriel banding atas nama manusia di hadapan Yang Mahatinggi, Raja segala raja (9:1-14). Tuhan memerintahkan Raphael untuk mengikat tangan dan kaki Azazyel. Jibril dikirim untuk menghancurkan anak-anak hasil perzinahan, keturunan dari para Penjaga. Mikail kemudian mengikat Samyaza dan keturunannya yang jahat selama 70 generasi di dunia bawah (bumi), bahkan sampai hari penghakiman. Dan Tuhan mengirimkan Banjir Besar untuk melenyapkan raksasa jahat, anak-anak dari para Penjaga.
Disini dijelaskan bahwa peradaban Lemuria dan Atlantis yang diyakini pengikut NAZI dan segala bentuk organisasi Rosicrucian, mereka meyakini Taman Eden di benua yang hilang, meyakini dunia bawah (yang diceritakan sebagai tempat ‘pengurungan’ Samyaza), adalah bangsa yang menginginkan pemusnahan masal terhadap manusia sebagai pembalasan ‘nenek moyang’ mereka yang terbuang.
Tapi penerjemahan naskah ini masih menjadi misteri, bagaimana mungkin kitab Henokh bisa menjelaskan tentang Banjir Besar, sementara bencana itu terjadi di masa Nabi Nuh? Dalam Alkitab, Henokh ataupun Idris diangkat ke langit dan mungkin saja Kitab Henokh ditulis kembali sesudah bencana banjir besar.

Peradaban Maju, Asal Usul Pembangunan Piramida Mesir

Dalam narasi yang ditemukan, Henokh (Idris) melihat visi masa depan tentang zaman nabi Nuh. Seorang penulis Arab dari abad ke-10 AD bernama Al Masoudi menulis sebuah catatan sejarah berjudul ‘Fields of Gold-Mines Of Gems‘. Di dalamnya, Masoudi menceritakan kisah Raja Saurid Ibnu Salhouk, seorang penguasa Mesir yang hidup 300 tahun sebelum banjir.
Saat bumi itu sedikit lebih muda, Saurid Ibnu Salhouk, tidurnya terus-menerus terganggu oleh mimpi buruk yang mengerikan. Dia melihat bahwa ‘seluruh bumi diserahkan’ beserta penghuninya. Dia melihat pria dan wanita jatuh di atas mereka dan ‘bintang jatuh ke bawah dengan suara mengerikan’. Akibatnya ‘mengambil’ semua manusia yang hidup dimasa itu. Setelah satu malam lebih mimpi itu terus berlanjut, ia memanggil para imam yang datang dari semua provinsi di Mesir kuno. Tidak kurang dari 130 imam berdiri di depannya, salah satu pemimpin mereka mempelajari dan mencoba menafsirkan mimpi itu.
Masing-masing imam berkonsultasi dengan mempelajari ketinggian bintang di angkasa. Mereka mengatakan kepada raja bahwa mimpi buruknya mengisyaratkan bahwa banjir besar akan menutupi bumi. Kemudian api besar akan datang dari arah konstelasi bintang Leo. Mereka meyakinkan bahwa setelah bencana ini ‘dunia akan kembali ke awal’.
“Apakah akan datang ke negara kami” tanya raja, dan mereka menjawab dengan jujur. “Ya, dan itu akan menghancurkannya?”
Setelah menerima nasib masa depan kerajaannya, Saurid memutuskan untuk membangun tiga piramida Mesir yang menakjubkan serta lemari besi yang sangat kuat. Semua itu harus diisi dengan ‘pengetahuan tentang ilmu rahasia’ termasuk semua ilmu astronomi, matematika dan geometri yang telah mereka pelajari. Semua pengetahuan ini akan tetap tersembunyi, dan suatu hari akan datang seseorang yang membuka tempat-tempat rahasia itu.
Tulisan Al Masoudi masih menjadi misteri, apakah Idris (Henokh) menjadi pemimpin para imam yang meramalkan kehancuran bumi? Etimologi menyebutkan bahwa Idris seorang yang pintar, penemu tulisan dan alat tulis, dan ahli astronomi (perbintangan). Dia juga pernah disebut sebagai Singa dari segala singa karena keberanian dan kegagahannya.
Masih banyak rahasia Buku Henokh yang belum terselesaikan, misteri-misteri peradaban kuno mungkin akan terjawab melallui naskah kuno dan alkitab yang ada saat ini. Di lain waktu, kita akan membahas masalah makhluk asing atau alien yang diyakini (juga disinggung dalam kitab Henokh) muncul di zaman nabi Idris, apakah Henokh berhasil dalam rekayasa genetik?

Inti Artikel :

peradaban kuno, kitab henokh, legenda lemuria, alkitab kuno, henokh dan piramida, kehidupan di lemuria,peradaban lemuria, peradaban lemurian, misteri lemuria, peradapan kuno, legenda peradaban kuno bumi, banjir nabi nuh & peradaban benua atlantis, wanita yunani kuno, misteri dunia kehidupan lain atlantis lemuria, misteri nabi idris, misteri peradaban jaman nabi nuh, misteri tulisan lemuria, naskah asli kitab enoch, penyebab banjir besar di alkitab, peradaban pertama dimuka bumi,

Sumber : http://cutpen.com/2012/07/kitab-henokh-peradaban-idris.html