12 December 2014

Ada Situs Lain di Sekitar Gunung Padang

Ada Situs Lain di Sekitar Gunung Padang

|

BANDUNG - Situs Gunung Padang hingga kini masih jadi primadona penelitian. Di tengah penelitian yang belum tuntas, tim peneliti dikejutkan dengan penemukan situs lain di sekitar Gunung Padang.

"Berdasarkan hasil penelitian, ternyata situs Gunung Padang itu dikelilingi situs-situs lain," ujar peneliti Gunung Padang, Ali Akbar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/12/2014).

Situs itu terletak di gunung yang terletak di keliling Gunung Padang, di antaranya Gunung Pasir Malang dan Pasir Karuhun. Di masing-masing gunung itu pun terdapat temuan yang diduga terkait dengan Gunung Padang.

Misalnya adanya monolit di Pasir Karuhun, yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari Gunung Padang. Lalu di kawasan Ciukir, peneliti juga menemukan ada punden berundak.

Kemudian di Gunung Pasir Keramat yang berjarak sekira 4 kilometer ke selatan Gunung Padang, ada batu yang mirip dengan di Gunung Padang. "Tapi di sana batunya disusun seperti makam," ungkap Ali.
Atas berbagai temuan itu, ia pun merekomendasikan agar dilakukan penelitian di sekitar Gunung Padang. Ini dilakukan karena area yang ada diduga memiliki keterkaitan dengan Gunung Padang.
"Itu yang kami rekomendasikan kepada Pemprov Jawa Barat agar dilakukan penelitian di lokasi-lokasi yang kemungkinan situs itu," jelasnya.

Menurutnya, situs tidak akan berdiri sendiri. Situs biasanya memiliki situs lain yang saling berhubungan. "Secara kebudayaan, tidak mungkin situs berdiri sendiri, pasti ada support-nya, ada (pendukung) di sampingnya," ucapnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menyambut positif temuan tersebut. Ia pun mendukung penelitian situs di sekitar Gunung Padang. Ia juga mendukung adanya zonasi terkait penelitian di sana.
Tapi ia belum bisa memastikan memberikan dukungannya atau tidak untuk meneliti situs di sekitar Gunung Padang. Hal itu harus dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.
"Ini dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten (Cianjur) mesti duduk sama-sama (untuk membahasnya)," tandasnya.
(kem)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/12/10/340/1077522/ada-situs-lain-di-sekitar-gunung-padang

08 December 2014

Ingin Lihat Bintang Jatuh? Coba Saja Wisata Astronomi di Gunung Padang


 

Ingin Lihat Bintang Jatuh? Coba Saja Wisata Astronomi di Gunung Padang

Nur Khafifah - detikNews


 
Jakarta - Kawasan situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat akan dikembangkan menjadi kawasan wisata astronomi. Di malam hari lokasi Gunung Padang memang strategis untuk melihat dan mengamati benda-benda langit.

"Saya sendiri pada tengah malam dapat melihat gugusan bintang Waluku di arah timur Situs Gunung Padang. Bahkan berkali-kali melihat seperti bintang jatuh," kata arkeolog UI Ali Akbar, Senin (7/12/2014).

Di Gunung Padang akan dibangun zona dark are, di mana kawasan area Gunung Padang dan sekitarnya menjadi tidak terlalu terang. Kalaupun masyarakat pakai lampu, lampunya mengarah ke bawah. Soal keamanan pun dijamin.

"Maksudnya supaya langit tidak kena cahaya lampu. Justru langit akan terang oleh cahaya bintang-bintang. Cukup banyak tanggal yang bagus untuk pengamatan, karena Situs Gunung Padang dilintasi oleh banyak bintang, itu semua penjelasan Prof Suhardja (astronom)," jelas Ali.

Untuk memulai mengembangkan wisata astronomi, pada akhir pekan kemarin, Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) pada hari Sabtu-Minggu 6-7 Desember 2014 mengadakan kegiatan 'Lacak Purnama di Situs Gunung Padang'. Kegiatan tersebut merupakan kreasi budaya berdasarkan hasil riset TTRM khususnya ilmu astronomi dan arsitektur kawasan.

"Sebelumnya, TTRM telah menyatakan bahwa kawasan Gunung Padang merupakan lokasi strategis untuk mengamati benda-benda langit atau menghitung konstelasi astronomi. Riset mengenai sistem perbintangan telah dipresentasikan oleh Prof. Dr. Suhardja D. Wiramihardja MSc tahun lalu," urainya.

Kawasan Gunung Padang di siang hari menjadi wisata sejarah melihat benda peninggalan zaman megalitikum. Nah pada malam hari akan dicoba wisata astronomi.

"Pada tanggal 19 November 2014, Prof Suhardja yang juga mantan Ketua Kelompok Keilmuan Astronomi, FMIPA, Institut Teknologi Bandung itu mempresentasikan hasilnya kepada Menko Kelautan dan Menteri Pariwisata. Konsep yang diajukan adalah Astrowisata. Konsep ini didukung oleh ahli arsitektur kawasan yakni Ir. Pon Purajatnika dan Ir. Chaedar Saleh," tutur Ali.

Ali menjelaskan, hasil riset TTRM termasuk juga konsep astrowisata langsung dilihat di Situs Gunung Padang oleh Menteri Pariwisata 20 November lalu. Menteri Pariwisata Arief Yahya setelah melihat langsung kondisi di lapangan menyatakan tertarik untuk mengembangkannya menjadi destinasi wisata.

"Menteri Pariwisata juga mendeklarasikan hasil riset TTRM sebagai Piramida Gunung Padang. Pada kegiatan 6-7 Desember ini, Direktur Pengembangan Daya Tarik Wisata Kementerian Pariwisata, Azwir Malaon turut terlibat untuk melihat realisasi dari konsep astrowisata," tutur dia.

Lacak Purnama merupakan kegiatan lanjutan TTRM, setelah sebelumnya melakukan Lacak Bintang dan Lacak Kreatif. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh Paguyuban Heulang Ngapak, Wewengkon Malati-Cipangaulaan-Kuta, Amelia Day, Bengkel Studi Budaya-Kala Sunda, Komunitas GENKreatif, Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya UI, dan Lembaga Kajian Indonesia UI, dan masyarakat setempat.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/12/08/074225/2770292/10/1/ingin-lihat-bintang-jatuh-coba-saja-wisata-astronomi-di-gunung-padang

11 November 2014

Ini Temuan Unik di Gunung Padang, Rolling Stone


 Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Jakarta - Tim peneliti Gunung Padang menemukan sebuah batu unik. Batu bulat itu ditemukan di kedalaman 10 meter. Tim peneliti masih mempelajari apa kegunaan batu yang dinamakan rolling stone itu.

"Batu itu pada bagian sekelilingnya berwarna keabu-abuan. Namun pada satu bagian pecah atau seperti terpangkas dan terlihatlah bagian dalamnya. Bagian dalam juga berbentuk bulat, sehingga seperti batu di dalam batu. Uniknya lagi, batu di bagian dalam tersebut dapat diputar-putar," kata tim peneliti yang juga arkeolog UI, Ali Akbar, Senin (10/11/2014).

Tim peneliti dibantu personel TNI AD melakukan penggalian sejak tahun 2012 di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Banyak pengetahuan yang dihasilkan dari situs megalitikum Gunung Padang. Tidak sedikit pertanyaan yang belum terjawab. Seperti misalnya batu bulat yang ditemukan pada kedalaman 10 meter itu.

"Batu bagian dalam itu berwarna hitam mengkilat, seperti ada kristal yang membuatnya mengkilat. Sampai saat ini batuan tersebut belum dapat diidentifikasi. Sambil menunggu identifikasi, beberapa orang menyebutnya Rolling Stone. Ada juga yang menyebutnya mirip Hajarul Aswad," jelas dia.

"Apa sesungguhnya itu, mari kita tunggu analisis terhadap batuan tersebut. Para peneliti juga membuka diri bagi semua ahli dan anak bangsa yang ingin berpartisipasi menyumbangkan pengetahuannya untuk mengidentifikasi batuan tersebut. Saatnya para ahli Indonesia bergabung di Gunung Padang. Kerja sama dan saling melengkapi tentu akan lebih bermanfaat untuk mengungkap peradaban agung di Situs Gunung Padang," tutupnya.

(ndr/mad)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/10/072155/2743390/10/ini-temuan-unik-di-gunung-padang-rolling-stone