28 August 2014

Panglima TNI Terima Tim Terpadu Gunung Padang, Siap Bantu Eskavasi

Senin, 25/08/2014 15:55 WIB

Panglima TNI Terima Tim Terpadu Gunung Padang, Siap Bantu Eskavasi

Dhani Irawan - detikNews

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menerima tim terpadu riset mandiri Gunung Padang. Moeldoko menyampaikan kalau TNI siap memberikan bantuan untuk eskavasi situs.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian terkait dan sudah disampaikan kepada Presiden RI, selanjutnya TNI akan membantu personel dan materiil untuk kegiatan percepatan pemugaran situs Gunung Padang" kata Moeldoko dalam keterangannya seperti disampaikan Puspen TNI, Senin (25/8/2014).

Moeldoko menrima tim terpadu di Mabes TNI Cilangkap, antara lain Dr Danny Hilman yang mewakili staf khusus presiden Andi Arief.

Danny Hilman dalam paparannya menjelaskan bahwa situs prasejarah Gunung Padang mulai ramai dibicarakan publik setelah Tim Terpadu Riset Mandiri yang diinisiasi oleh Andi Arief, telah menemukan bangunan yang tertimbun di bawah situs Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat.

"Tim tersebut terdiri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian ESDM, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur dan TNI Angkatan Darat. Nantinya, situs Gunung Padang akan dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi dan juga obyek wisata," jelas Danny.

Lebih lanjut Danny menyampaikan, Gunung Padang adalah kunci pembuka misteri leluhur bangsa dari zaman es. Situs bangunan Gunung Padang adalah aset negara yang sangat penting untuk revitalisasi sejarah dan jati diri bangsa, juga kemungkinan mengandung warisan berharga lainnya. Oleh karena itu layak untuk dijadikan asset vital strategis.

sumber : http://news.detik.com/read/2014/08/25/155518/2671851/10/panglima-tni-terima-tim-terpadu-gunung-padang-siap-bantu-eskavasi?nd772204btr

04 July 2014

Gunung Padang Ditetapkan Jadi Situs Cagar Budaya

Endro Priherdityo - detikNews

Jakarta - Gunung Padang kini ditetapkan menjadi situs cagar budaya. Keputusan itu ditetapkan Kemendikbud melalui proses penelitian.

"Iya, Gunung Padang sudah sudah kami tetapkan saya lupa persisnya apa namanya. Tapi itu sudah menjadi bagian yang harus kita lindungi. Saya sudah menetapkan itu," kata Mendikbud M Nuh di Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Menurut Nuh, ada tiga tahap yang dilakukan sebelum menetapkan Gunung Padang menjadi situs cagar budaya nasional.

"Yang pertama research, yang sedang kami lakukan. Yang kedua adalah eksplorasi dan konservasi. Baru setelah itu tahap pemanfaatan untuk publik," jelas Nuh.

Dalam proses penetapan cagar budaya ini tidak hanya melibatkan pihak Dikbud saja. Tapi juga melibatkan berbagai kementerian yang terkait dengan aspek ilmu pengetahuan.

"Yang terkait purbakala. Tapi kita juga inginkan situs Gunung Padang nanti sebagai pusat edukasi tentu. Yang kedua juga bagian dari pariwisata. Dan yang ketiga menjadi pusat jejaring penelitian-penelitian yang terkait kepurbakalaan," terangnya.

Nuh juga menyampaikan, dia bertemu dengan seorang peneliti dari Bosnia yang sudah melihat bagaimana Gunung Padang itu, dan mereka juga tertarik untuk melakukan kerjasama penelitian.

"Dan ini nilainya luar biasa. Karena itung-itungan awal ini sudah 2500 SM. Jadi ini lebih tua dari borobudur dan seterusnya. Oleh karena itu, penelitian-penelitian yang terkait kepurbakalaan, itu kita ingin gali terus lebih agresif lagi. Untuk menunjukkan ini lho indonesia jaman dahulu sebelum masehi sudah ada," jelasnya.

"Sekarang ini masih dalam tahap penelitian. Karena nggak mungkin langsung dibongkar harus diteliti dahulu. Ini scientific bukan klenik. Nanti hasil dari penelitian itu sudah matang baru kita lakukan eksplorasi dan konservasi. Nanti lingkungan di sekitar akan ditata karena daerah di sana indah sekali," tambahnya lagi.

Pemerintah juga sudah menyiapkan dana untuk proses penelitian ilmiah ini. "Dana sudah kita siapkan untuk penelitian, nggak perlu tahu berapa besarnya. Termasuk juga kita siapkan dari Dikbud, tapi karena ini policy nasional," tutupnya.

(mad/ndr)
 
Sumber : http://news.detik.com/read/2014/07/02/192758/2626138/10/gunung-padang-ditetapkan-jadi-situs-cagar-budaya

01 May 2014

Peneliti Lacak DNA Penghuni Asli Gunung Padang

TEMPO.COJakarta - Teka-teki siapa penghuni asli Gunung Padang yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi masalah besar bagi tim peneliti yang ingin merestorasi kawasan itu. Belum ada bukti otentik yang bisa menggambarkan pengguna kawasan yang diperkirakan berusia lebih dari 7.000 tahun itu. Tim peneliti berencana melakukan penelitian molekul asam deoksiribonukleat (DNA) untuk mencari hubungan antara masyarakat modern dan penghuni asli Gunung Padang.

Ketua Tim Terpatu Riset Mandiri Ali Akbar mengatakan sulit menunjuk siapa keturunan penghuni asli Gunung Padang jika melihat komunitas yang tinggal di sekitar area itu saat ini. Penduduk sekitar Gunung Padang, menurut Ali, mengaku sudah lama tinggal di daerah itu. "Tapi tidak ada makam-makam tua yang membuktikan bahwa dulu pernah ada penduduk di sana yang sesuai dengan usia Gunung Padang," kata Ali seusai diskusi tentang Situs Gunung Padang di Jakarta, Rabu, 30 April 2014.

Ali, yang juga ahli arkeologi dari Universitas Indonesia, menyebut penelitian DNA akan menyingkap tabir tentang siapa penghuni dan pembangun situs purba terbesar di Asia itu. Penelitian DNA juga bisa memberikan gambaran ke mana saja penghuni Gunung Padang dan keturunannya menyebar. "Selama kami meneliti dalam tiga tahun terakhir, belum pernah menemukan adanya kerangka manusia yang menjadi bukti ada kehidupan purba di situs itu," kata Ali. "Jika ada bentuk peradaban, pasti selalu ada jejaknya."

Ali mengatakan Situs Gunung Padang ditinggalkan karena adanya ancaman bencana alam besar. "Kemungkinan ada gempa yang membuat mereka pergi meninggalkan area tersebut, apalagi di sana merupakan daerah rawan gempa," katanya. Adapun bencana erupsi gunung berapi, menurut Ali, sangat kecil kemungkinannya bisa membuat Situs Gunung Padang ditinggalkan penghuninya begitu saja. "Jika ada bencana gunung api, pasti ada jejak yang tertinggal seperti kerangka yang terkubur. Semuanya harus diteliti lebih dalam lagi," katanya.

Struktur Situs Gunung Padang terletak di atas bukit dengan luas area sekitar 3.000 meter persegi. Total area situs mencapai 17.196 meter persegi. Keberadaan situs ini diketahui pertama kali oleh peneliti dari Belanda, N.J. Krom, pada 1914. Sejak saat itu, berbagai penelitian dilakukan untuk mengungkap rahasia struktur yang disebut sebagai bukti peradaban awal di Indonesia. "Lapisan dalam struktur tersusun rapi, bentuknya seperti tembok batu bata dan menunjukkan pembuatnya sangat disiplin dalam menjalankan konstruksi," kata Danny Hilman Natawidjaja, pakar geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Pengujian usia struktur berdasarkan kondisi karbon yang dilakukan Laboratorium Badan Tenaga Nuklir Nasional menunjukkan situs tersebut berusia 5.500 sebelum Masehi. Sedangkan pengujian di Laboratorium Beta Miami di Amerika Serikat menunjukkan material hingga kedalaman 10 meter berusia 7.600-7.800 SM. "Lapisan-lapisan di Gunung Padang itu tidak terbentuk secara alamiah. Bentuknya menunjukkan situs itu dibuat oleh manusia," kata Danny.

GABRIEL WAHYU TITIYOGA

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/05/01/061574591/Peneliti-Lacak-DNA-Penghuni-Asli-Gunung-Padang