17 September 2014

Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang

Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang


Kawasan situs Megalit Gunung Padang saat dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Bambang Yudhoyono di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (25/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Cianjur - Artefak berbentuk koin logam yang ditemukan Tim Nasional Peneliti Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Wakil Ketua Timnas Bidang Arkeologi, Ali Akbar, mengatakan logam terbuat dari perunggu yang diperkirakan berasal dari masa 5.200 sebelum Masehi itu ditemukan pada Senin, 15 September 2014.

Koin tersebut, kata dia, berdiameter 1,7 sentimeter dan tebal 1,5 milimeter. "Uniknya, garis melingkar itu ternyata berbentuk untaian lingkaran yang sangat kecil sekali, dan diameternya sekitar 0,3 milimeter dengan jumlah sebanyak 84 lubang,” kata Akbar di Cianjur, Selasa, 16 September 2014.

Menurut Akbar, sebelumnya pada kedalaman 2-3 meter pihaknya menemukan beberapa artefak di sana, di antaranya mata tombak, trak logam, tongkat, gerabah, dan lain-lain, yang rata-rata berusia diperkirakan 5.200 SM. Namun, artefak yang terakhir ditemukan pada Senin lalu itu terdapat di kedalaman 11 meter saat proses pengeboran di teras lima.

"Saya memang belum bisa memastikan usia koin logam yang ditemukan. Tapi, jika artefak lainnya berusia 5.200 SM di kedalaman 2-3 meter, apalagi usia artefak koin logam yang ditemukan di kedalaman 11 meter. Jadi kemungkinan lebih tua lagi," ujar Akbar.

Koin logam yang ditemukan, lanjut dia, sekitar tengah malam pukul 00.00 WIB, saat proses pengeboran mencapai 11 meter. Koin itu juga terangkat melalui saluran pembuangan limbah, sehingga koin itu berbentuk utuh atau tidak rusak.

"Mata bor ini kan kecil sekitar 5 sentimeter. Jadi, di samping sisi kiri dan kanan bor itu ada saluran air agar memudahkan pengeboran, lalu dikeluarkan lagi melalui saluran sisi lainnya. Di saat saluran air itu berjalan, koin itu terangkat. Sehingga bentuk koin tersebut masih sangat utuh," kata dia.

Koin tersebut, kata dia, berwarna hijau kecokelatan. Ukurannya sangat kecil berdiameter 1,7 sentimeter dan permukaanya datar. Pada koin itu terdapat lingkaran yang sangat banyak motif. Seperti motif gawangan di samping lingkaran koin, lalu di dalamnya ada garis melingkar pada semua bagian koin.

Akbar memperkirakan koin tersebut digunakan sebagai status sosial dan ritual upacara, bukan alat penukaran. Sebelumnya para peneliti, memperkirakan di kedalaman 5 meter itu sudah tidak ada peradaban atau kehidupan lagi, kalau konteksnya dilihat saat penemuan artefak beberapa waktu lalu.

"Berarti usia situs itu bisa lebih tua lagi. Kemungkinan masih banyak benda-benda seperti itu. Tapi kami akan teliti dulu lebih lanjut dan dibawa ke laboratorium," katanya.

DEDEN ABDUL AZIZ

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/09/16/058607445/Koin-Logam-5200-SM-Ditemukan-di-Gunung-Padang

16 September 2014

Setelah 'Kujang', Tim Gunung Padang Kini Temukan Logam Beraksara Misterius

Senin, 15/09/2014 17:54 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews
 

dok. Tim Nasional Gunung Padang 
 
Jakarta - Para arkeolog yang tergabung dalam tim nasional Gunung Padang kembali menemukan benda kuno. Setelah artefak yang diduga mirip kujang, kini ada sebuah logam beraksara yang masih misterius asal usulnya.

Erick Rizky, salah seorang anggota tim menyebut, logam itu ditemukan tadi pagi. Posisinya terbenam di tanah kedalaman 11 meter. Warnanya hijau dan beraksara.

"Coring di kedalaman 11 meter subuh tadi ditemukan bentuk seperti logam beraksara yang tidak dikenal," kata Erick dalam email kepada detikcom, Senin (15/9/2014).

Saat ini, temuan tersebut sudah diserahkan ke juru pelihara gunung padang dan dipelajari serius oleh DR Ali Akbar. Tim kemudian akan membawanya ke laboratorium dan menafsirkannya nanti.

Sebelumnya tim juga menemukan benda mirip senjata khas Jawa Barat Kujang. Benda ini diduga, tak hanya dibuat asal-asalan. Namun menggunakan perhitungan matematis yang teliti.

"Bentuknya seperti senjata. Ada bagian pegangan, semacam pinggang, bagian bilah yang bifacial, tajaman dibuat dari dua sisi," kata arkeolog UI Ali Akbar.

Menurut dia, nama asli benda itu belum diketahui persis karena berasal dari masa prasejarah yakni suatu perioede ketika manusia belum mengenal huruf.

Wakil ketua Geologi Tim Gunung Padang Danny Hilman menambahkan, artefak itu berukuran 22 x 7 cm. Mengingatkannya pada konstanta phi. Selain itu, ada kandungan magnetik di dalam batu tersebut dan pori-porinya tidak bersambung, sehingga air tidak masuk ke dalam benda tersebut.

"Jadi, ini artefak tidak dibuat dengan sembarangan, tapi dibuat dengan rumus matematika," paparnya.

(mad/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/09/15/175438/2690919/10/setelah-kujang-tim-gunung-padang-kini-temukan-logam-beraksara-misterius?991104topnews

Tim Riset Temukan Koin di Gunung Padang, Diduga Dihasilkan dengan Teknik Cetak

Selasa, 16/09/2014 04:30 WIB
Fajar Pratama - detikNews


Jakarta - Timnas riset Gunung Padang menemukan sebuah koin ketika tengah mengebor di kedalaman 11 meter. Koin ini dipastikan bukan berbahan besi.

Penemuan tersebut terjadi pada tengah malam menjelang 15 September 2014 dinihari. Koin diperoleh melalui proses pengeboran menggunakan pipa berdiameter 5cm di Teras 5.

"Pada Kedalaman 11 meter diperoleh koin yang kemudian dilakukan analisis awal Oleh Tim Arkeologi, DR . Ali Akbar dkk," ujar ERik Rizki, sekretaris Timnas Riset Gunung Padang dalam pernyataannya, Selasa (16/9/2014).

Temuan tersebut kata Rizki, merupakan artefak karena menunjukkan hasil karya manusia. Artefak dibuat dari logam dan kini kondisinya telah mengalami proses oksidasi. Dalam proses pengujian cara sederhana, koin berwarna hijau kecoklatan itu dipastikan bukan besi.

Adapun dua sisi, masing-masing berpermukaan datar. Diameter 170mm, tebal 1,5mm. Sisi pertama tidak terlalu jelas menunjukkan gambar atau motif tertentu kecuali lingkaran di bagian dalam dengan jarak 3 mm dari pinggiran. Sisi kedua terdapat banyak motif atau gambar. Pada bagian pinggir atau tepian terdapat motif garis tegak menyambung dengan garis mendatar menyambung dengan garis tegak.

"Motif seperti ini dalam khasanah arkeologi disebut motif gawangan (seperti gawang). Pada jarak 6,5mm dari bagian pinggiran terdapat lingkaran. Lingkaran dengan diameter 10,5mm tersebut setelah diteliti lebih lanjut ternyata terdiri atas 84 lingkaran kecil," ujar Rizki.

Lingkaran-lingkaran kecil tersebut terletak berdampingan membentuk lingkaran. Masing-masing lingkaran kecil berukuran sama yakni 0,3 mm.

"Suatu ukuran yang maha kecil, sehingga untuk membuatnya diperlukan ketelitian, kesabaran, dan tingkat presisi yang super tinggi. Detail yang terdapat pada benda ini, ukurannya yang sangat kecil, dan konsistensi ukuran membawa pada kesimpulan sementara bahwa benda ini dihasilkan dengan teknik dicetak," kata Rizki.

(fjp/fjp)
Sumber : http://news.detik.com/read/2014/09/16/043043/2691171/10/tim-riset-temukan-koin-di-gunung-padang-diduga-dihasilkan-dengan-teknik-cetak