26 January 2015

Batu Gamelan, Yang Aneh & Unik di Gunung Padang

Batu Gamelan, Yang Aneh & Unik di Gunung Padang

Muhammad Catur Nugraha - d'Traveler - Rabu, 21/01/2015 11:52:00 WIB 
 
                                                                                                   detikTravel Community -  Gunung Padang merupakan situs sejarah yang kini menjadi objek wisata di Cianjur. Salah satu keunikan yang dimilikinya adalah terdapat dua batu gamelan yang bunyi apa bila dipukul.

Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat, lokasinya berada di Dusun Gunungpadang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasinya terletak 20 Km dari jalan utama yaitu persimpangan warung kondang di Jalan Raya Sukabumi.

Untuk mencapai ke Situs Gunung Padang dari persimpangan warung kondang tidak perlu khawatir tak tau arah sebab di setiap simpang terdapat plang besar berwarna biru dengan huruf putih bertuliskan 'SITUS MEGALITH GUNUNG PADANG' lengkap dengan arah dan jarak yang harus ditempuh.

Sesampainya di area parkir, traveler harus membayar tiket masuk yang sangat murah yaitu hanya Rp 2000 saja per orangnya. Dibelakang tempat pembelian tiket terdapat sumur atau sumber air yang mana dulu dikatakan setiap orang yang akan memasuki Gunung Padang wajib membersihkan kakinya di sumber air tersebut.

Untuk mencapai ke teras paling atas, traveler harus menaiki anak tangga. Ada 2 pilihan, bisa yang kiri atau tangga kanan, jika membawa orang tua sebaiknya ambil yang kanan saja sebab relatif landai dibandingkan yang lurus yang sangat terjal.

Sesampainya di teras atas traveler wajib mematuhi rambu – rambu larangan yang banyak terpasang seperti dilarang makan diatas situs, dilarang menaiki batu yang berdiri, dan dilarang buang sampah sembarangan. Banyak rambu tersebut bertujuan untuk mengingatkan para wisatawan untuk turut serta menjaga keasrian Situs Gunung Padang.

Sebaiknya ketika mengunjungi Situs Gunung Padang Anda menggunakan jasa pemandu yang bisa menceritakan sejarah serta menjelaskan mengenai batu – batu yang terdapat di Gunung Padang sehingga membuat kunjungan di Gunung Padang menjadi lebih menarik serta mendapatkan informasi yang lebih dalam, karena jika tanpa pemandu maka yang kita lihat hanya batu dan batu.

Pada saat pemandu menjelaskan mengenai Gunung Padang dan batu – batu yang berada disana yang menjadi paling menarik bagi wisatawan adalah pada saat sang pemandu menjelaskan mengenai batu gamelan yang mana apabila ditabuh atau digetuk maka akan menimbulkan bunyi seperti gamelan. Terdapat 2 buah batu gamelan yang dinamakan batu bonang dan batu kacapi.

Kami sangat takjub sekali saat berada di sini sembari membayangkan nenek moyang bangsa ini yang sepertinya pada zaman dulu sudah memiliki peradaban yang sangat maju sehingga bisa mendirikan Situs Megalitik Gunung Padang ini.


Sumber : http://travel.detik.com/read/2015/01/21/115200/2801318/1025/batu-gamelan-yang-aneh--unik-di-gunung-padang?991104topnews

12 December 2014

"Pemilik" Machu Picchu Tertarik Teliti Gunung Padang


"Pemilik" Machu Picchu Tertarik Teliti Gunung Padang

 
Situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur (Faisal Harahap/Okezone)



BANDUNG - Gunung Padang ternyata benar-benar menjadi magnet bagi para peneliti. Tidak hanya peneliti dalam negeri, banyak juga peneliti dari luar negeri yang ingin ikut meneliti gunung yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
"Ajakan penelitian itu banyak, ada dari Rusia, Jerman, ada dari mana-mana," ujar peneliti Gunung Padang, Ali Akbar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/12/2014).
Bahkan negara "pemilik" situs megalitikum Machu Piccu, yaitu Peru, juga berminat terjun dalam penelitian Gunung Padang. Dubes Peru sendiri yang menyatakan niatnya pada tim peneliti agar peneliti dari Peru bisa terlibat dalam penelitian.
"Dari Peru itu tertarik karena melihat adanya kesamaan konstruksinya (antara Gunung Padang dan Machu Picchu)," ungkapnya.
Tapi ia tidak bisa mengambil keputusan apakah akan melibatkan peneliti dari Peru atau tidak. Ia menyerahkan itu pada pemerintah. "Terus terang kita serahkan itu pada pemerintah karena itu sudah urusan bilateral," jelas Ali.
Meski begitu, ia sendiri menyambut positif jika nantinya ada peneliti dari Peru yang terlibat dalam penelitian Gunung Padang. "Sambutan kita positif. Namanya bertukar pengetahuan, bertukar ilmu, itu bagus," tandas Ali.
Seperti diberitakan, Gunung Padang diperkirakan bangunan peninggalan sejarah berbentuk seperti piramida yang usianya lebih dari 5.000 tahun sebelum masehi. Peneliti menemukan sejumlah artefak setelah melakukan penggalian sedalam 11 meter ke dalam tanah.
(ris)
Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/12/11/340/1077695/pemilik-machu-picchu-tertarik-teliti-gunung-padang

Ada Situs Lain di Sekitar Gunung Padang

Ada Situs Lain di Sekitar Gunung Padang

|

BANDUNG - Situs Gunung Padang hingga kini masih jadi primadona penelitian. Di tengah penelitian yang belum tuntas, tim peneliti dikejutkan dengan penemukan situs lain di sekitar Gunung Padang.

"Berdasarkan hasil penelitian, ternyata situs Gunung Padang itu dikelilingi situs-situs lain," ujar peneliti Gunung Padang, Ali Akbar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/12/2014).

Situs itu terletak di gunung yang terletak di keliling Gunung Padang, di antaranya Gunung Pasir Malang dan Pasir Karuhun. Di masing-masing gunung itu pun terdapat temuan yang diduga terkait dengan Gunung Padang.

Misalnya adanya monolit di Pasir Karuhun, yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari Gunung Padang. Lalu di kawasan Ciukir, peneliti juga menemukan ada punden berundak.

Kemudian di Gunung Pasir Keramat yang berjarak sekira 4 kilometer ke selatan Gunung Padang, ada batu yang mirip dengan di Gunung Padang. "Tapi di sana batunya disusun seperti makam," ungkap Ali.
Atas berbagai temuan itu, ia pun merekomendasikan agar dilakukan penelitian di sekitar Gunung Padang. Ini dilakukan karena area yang ada diduga memiliki keterkaitan dengan Gunung Padang.
"Itu yang kami rekomendasikan kepada Pemprov Jawa Barat agar dilakukan penelitian di lokasi-lokasi yang kemungkinan situs itu," jelasnya.

Menurutnya, situs tidak akan berdiri sendiri. Situs biasanya memiliki situs lain yang saling berhubungan. "Secara kebudayaan, tidak mungkin situs berdiri sendiri, pasti ada support-nya, ada (pendukung) di sampingnya," ucapnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menyambut positif temuan tersebut. Ia pun mendukung penelitian situs di sekitar Gunung Padang. Ia juga mendukung adanya zonasi terkait penelitian di sana.
Tapi ia belum bisa memastikan memberikan dukungannya atau tidak untuk meneliti situs di sekitar Gunung Padang. Hal itu harus dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.
"Ini dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten (Cianjur) mesti duduk sama-sama (untuk membahasnya)," tandasnya.
(kem)

Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/12/10/340/1077522/ada-situs-lain-di-sekitar-gunung-padang