25 September 2014

Setelah Koin dan Kujang, Kini Ditemukan 'Jendela' di Gunung Padang


Rachmadin Ismail - detikNews

 
Foto: dok. TTRM Gunung Padang

Jakarta - Temuan demi temuan mengejutkan terus bermunculan di situs megalitikum Gunung Padang. Setelah koin dan artefak kujang yang menghebohkan, kini ada struktur batuan yang mirip dengan jendela. Bagaimana ceritanya?

Salah seorang anggota tim peneliti dari Gunung padang Y Paonganan mengatakan, ada struktur yang mirip dolmen (meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang). Bentuknya ada batu melintang lalu ditopang oleh batu-batu di bawahnya.

"Dolmen atau meja batu selama ini diinterpretasikan digunakan untuk penguburan. Dolmen juga digunakan sebagai kursi pada saat upacara keagamaan," kata Paonganan dalam rilis kepada detikcom, Selasa (24/9/2014).

Namun, ada perbedaan antara dolmen di tempat lain dan di Gunung Padang. Di sana, struktur itu mengarah pada satu bagian dari bangunan seperti jendela atau tempat saluran air.

"Hipotesa sementara ini adalah jendela atau ceruk dari bangunan megah tersebut. Temuan ahli konstruksi sipil DR Budiarto Ontowirjo oni dilaporkan ke Arkeolog DR Ali Akbar dan Tim arsitektur Pon Purajatnika dan Chaedar Saleh. Perlu penelitian lanjutan, karena di sela-sela batu tampaknya ada lubang. Minggu depan, temuan ini akan diteliti‎ lebih lanjut," paparnya.

(mad/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/09/24/151202/2699838/10/setelah-koin-dan-kujang-kini-ditemukan-jendela-di-gunung-padang

17 September 2014

Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang

Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang


Kawasan situs Megalit Gunung Padang saat dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Bambang Yudhoyono di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (25/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Cianjur - Artefak berbentuk koin logam yang ditemukan Tim Nasional Peneliti Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Wakil Ketua Timnas Bidang Arkeologi, Ali Akbar, mengatakan logam terbuat dari perunggu yang diperkirakan berasal dari masa 5.200 sebelum Masehi itu ditemukan pada Senin, 15 September 2014.

Koin tersebut, kata dia, berdiameter 1,7 sentimeter dan tebal 1,5 milimeter. "Uniknya, garis melingkar itu ternyata berbentuk untaian lingkaran yang sangat kecil sekali, dan diameternya sekitar 0,3 milimeter dengan jumlah sebanyak 84 lubang,” kata Akbar di Cianjur, Selasa, 16 September 2014.

Menurut Akbar, sebelumnya pada kedalaman 2-3 meter pihaknya menemukan beberapa artefak di sana, di antaranya mata tombak, trak logam, tongkat, gerabah, dan lain-lain, yang rata-rata berusia diperkirakan 5.200 SM. Namun, artefak yang terakhir ditemukan pada Senin lalu itu terdapat di kedalaman 11 meter saat proses pengeboran di teras lima.

"Saya memang belum bisa memastikan usia koin logam yang ditemukan. Tapi, jika artefak lainnya berusia 5.200 SM di kedalaman 2-3 meter, apalagi usia artefak koin logam yang ditemukan di kedalaman 11 meter. Jadi kemungkinan lebih tua lagi," ujar Akbar.

Koin logam yang ditemukan, lanjut dia, sekitar tengah malam pukul 00.00 WIB, saat proses pengeboran mencapai 11 meter. Koin itu juga terangkat melalui saluran pembuangan limbah, sehingga koin itu berbentuk utuh atau tidak rusak.

"Mata bor ini kan kecil sekitar 5 sentimeter. Jadi, di samping sisi kiri dan kanan bor itu ada saluran air agar memudahkan pengeboran, lalu dikeluarkan lagi melalui saluran sisi lainnya. Di saat saluran air itu berjalan, koin itu terangkat. Sehingga bentuk koin tersebut masih sangat utuh," kata dia.

Koin tersebut, kata dia, berwarna hijau kecokelatan. Ukurannya sangat kecil berdiameter 1,7 sentimeter dan permukaanya datar. Pada koin itu terdapat lingkaran yang sangat banyak motif. Seperti motif gawangan di samping lingkaran koin, lalu di dalamnya ada garis melingkar pada semua bagian koin.

Akbar memperkirakan koin tersebut digunakan sebagai status sosial dan ritual upacara, bukan alat penukaran. Sebelumnya para peneliti, memperkirakan di kedalaman 5 meter itu sudah tidak ada peradaban atau kehidupan lagi, kalau konteksnya dilihat saat penemuan artefak beberapa waktu lalu.

"Berarti usia situs itu bisa lebih tua lagi. Kemungkinan masih banyak benda-benda seperti itu. Tapi kami akan teliti dulu lebih lanjut dan dibawa ke laboratorium," katanya.

DEDEN ABDUL AZIZ

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/09/16/058607445/Koin-Logam-5200-SM-Ditemukan-di-Gunung-Padang

16 September 2014

Setelah 'Kujang', Tim Gunung Padang Kini Temukan Logam Beraksara Misterius

Senin, 15/09/2014 17:54 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews
 

dok. Tim Nasional Gunung Padang 
 
Jakarta - Para arkeolog yang tergabung dalam tim nasional Gunung Padang kembali menemukan benda kuno. Setelah artefak yang diduga mirip kujang, kini ada sebuah logam beraksara yang masih misterius asal usulnya.

Erick Rizky, salah seorang anggota tim menyebut, logam itu ditemukan tadi pagi. Posisinya terbenam di tanah kedalaman 11 meter. Warnanya hijau dan beraksara.

"Coring di kedalaman 11 meter subuh tadi ditemukan bentuk seperti logam beraksara yang tidak dikenal," kata Erick dalam email kepada detikcom, Senin (15/9/2014).

Saat ini, temuan tersebut sudah diserahkan ke juru pelihara gunung padang dan dipelajari serius oleh DR Ali Akbar. Tim kemudian akan membawanya ke laboratorium dan menafsirkannya nanti.

Sebelumnya tim juga menemukan benda mirip senjata khas Jawa Barat Kujang. Benda ini diduga, tak hanya dibuat asal-asalan. Namun menggunakan perhitungan matematis yang teliti.

"Bentuknya seperti senjata. Ada bagian pegangan, semacam pinggang, bagian bilah yang bifacial, tajaman dibuat dari dua sisi," kata arkeolog UI Ali Akbar.

Menurut dia, nama asli benda itu belum diketahui persis karena berasal dari masa prasejarah yakni suatu perioede ketika manusia belum mengenal huruf.

Wakil ketua Geologi Tim Gunung Padang Danny Hilman menambahkan, artefak itu berukuran 22 x 7 cm. Mengingatkannya pada konstanta phi. Selain itu, ada kandungan magnetik di dalam batu tersebut dan pori-porinya tidak bersambung, sehingga air tidak masuk ke dalam benda tersebut.

"Jadi, ini artefak tidak dibuat dengan sembarangan, tapi dibuat dengan rumus matematika," paparnya.

(mad/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/09/15/175438/2690919/10/setelah-kujang-tim-gunung-padang-kini-temukan-logam-beraksara-misterius?991104topnews