13 April 2015

Situs Gunung Padang, Indonesia Kuno yang Mencengangkan

Situs Gunung Padang, Indonesia Kuno yang Mencengangkan









istimewa
Tim dari Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Minggu (8/3) kembali menemukan artefak berupa makam kuno di situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Penemuan artefak ini kembali menunjukkan keajaiban situs Gunung Padang yang disebut-sebut sebagai situs peradaban tertua di dunia.  

1.Situs Gunung Padang terletak di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar  

2.Gunung Padang merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara  

3.Peradaban di Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia di Irak dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia dengan usia antara 2.500 hingga 4.000 tahun Sebelum Masehi  

4.Berdasarkan penelitian, situs Gunung Padang diperkirakan berusia sekitar 13.000 tahun sebelum Masehi  

5.Luas situs Gunung Padang itu diperkirakan mencapai 10 kali luas Candi Borobudur di Jawa Tengah  

6.Luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m2 dengan luas areal situs kurang lebih 25 Ha dengan tinggi 110 m  

7.Keberadaan situs ini peratama kali muncul dalam laporan Rapporten van de oudheid-kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan ilmuwan Belanda NJ Krom tahun 1949.  

8.Pada tahun 1979 aparat terkait dalam hal pembinaan dan penelitian benda cagar budaya melakukan peninjauan ke lokasi situs  

9.Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs Gunung Padang mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan lainnya  

10.Penelitian terpadu mengenai Situs Gunung Padang dilakukan sejak November 2011  

11.Bentuk bangunan punden berundak situs Gunung Padang mencerminkan tradisi megalitik (mega berarti besar dan lithos artinya batu) seperti banyak dijumpai di beberapa daerah di Jawa Barat.  

12.Di dalam situs Gunung Padang konon terdapat sebuah ruangan besar yang disebut-sebut berusia sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi  

13.Di kalangan masyarakat setempat, situs tersebut dipercaya sebagai bukti upaya Prabu Siliwangi membangun istana dalam semalam  

14.Punden berundak Gunung Padang dibangun dengan batuan vulkanik masif yang berbentuk persegi panjang. Bangunan pundek berundak situs Gunung Padang terdiri dari lima  

15.Balok-balok batu yang jumlahya sangat banyak itu tersebar hampir menutupi bagian puncak Gunung Padang  

16.Penduduk setempat menjuluki beberapa batu yang terletak di teras-teras itu dengan nama-nama berbau Islam. Misalnya meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog atau tempat duduk Eyang Swasana, sandaran batu Syeh Suhaedin alias Syeh Abdul Rusman, tangga Eyang Syeh Marzuki, dan batu Syeh Abdul Fuko  

*Sejumlah Artefak Yang Ditemukan  
  1. Metal Kuno atau Logam
  2. Batu Piramida Tiga Sisi
  3. Tembikar Purba Mirip Pisau
  4. Semen Purba
  5. Batu The Rolling Stone” Gunung Padang
  6. Pecahan Keramik
  7. Koin Amulet Gunung Padang
  8. Artefak Mirip Kujang 

* Situs Gunung Padang Dan “Atlantis Yang Hilang”  

Berdasarkan usia situs Gunung Padang yang disebut-sebut sebagai peradaban tertua di dunia, muncul kontroversi bahwa Situs Gunung Padang sejatinya adalah “Kota Atlantis yang Hilang” seperti ditulis filsuf Yunani Plato.  

  1. Salah satu peneliti yang mengungkapkan hal itu adalah Stephen Oppenheimer, seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris
  2. Perkiraan bahwa peradaban di bumi Nusantara sangat tua sebelumnya sudah mencuat sejak pertengahan 1990an
  3. Selama ini Atlantis lebih dikenal sebagai misteri yang menggoda para ilmuwan dan kaum spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang konon hilang ditelan bumi.
  4. Plato mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM.
  5. Dalam bukunya berjudul Eden of the East: The Drowned Continent of Southeast Asia, Oppenheimer menyatakan bahwa peradaban Indonesia 10.000 SM sudah sangat maju
  6. Menurut Oppenheimer peradaban dunia berasal dari Indonesia. Menurutnya peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia
  7. Berdasarkan buku Plato, DR Danny Hilman Natawidjaja, membuat sebuah buku yang berjudul Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia.
  8. Namun Oppenheimer tak berani mengklaim Indonesia kuno sebagai Atlantis, negeri super maju yang dikabarkan filsuf Yunani Plato pada 360 SM
  9. Senada dengan Hancock, Profesor Arysio Santos, seorang fisikawan nuklir dan ahli geologi asal Brasil dan arkeolog Indonesia Danny Hilman Natawidjaja, Ph.d meyakini Indonesia kuno adalah negeri Atlantis yang dimaksud Plato
  10. Salah seorang penulis Graham Hancock justru telah memberikan sebuah hipotesis yang menyebut Gunung Padang memegang bukti penting mengenai "Kota Atlantis yang Hilang".      

* Bangunan Piramida Di Dunia  

Situs Gunung Padang disebut-sebut merupakan bangunan punden berundak-undak berbentuk piramida. Selain di Mesir yang selama ini dikenal dengan Piramidanya, di seluruh dunia banyak ditemukan bangunan piramida  

Piramida Chongha Zanbil (Iran) 

Chogha Zanbil adalah suatu bangunan yang berada di daerah bernama Khuzestan, Iran. Diperkirakan bangunan ini dibangun pada tahun 1250 SM oleh raja Untash- Napirisha sebagai penghormatan kepada dewa Inshushinak 

Piramida Madghacen (Aljazair) 
Madghacen dibangun sebagai tempat persemayaman raja-raja bangsa Numidia atau Berber. Bangsa Numidia dipimpin oleh seorang raja bernama Madghis yang memerintah sekitar tahun 300 sampai 200 SM. 

Piramida Koh Ker (Kamboja) 

Koh Ker adalah salah satu kawasan situs Angkorian yang berada di utara Kamboja. Bangunan ini didirikan pada saat dinasti Khmer berkuasa sekitar tahun 928 dan digunakan sebagai sarana pemujaan Dewa Brahma, Shiwa dan Wisnu. 

Piramida Nubia (Sudan) 

Bangunan ini didirikan sebagai makam raja Napata dan ratu Meroe. Selain untuk persemayaman ratu dan raja, piramidapiramida ini juga dibangun sebagai kuburan para kesatria. 

Piramida Nsude (Nigeria) 


Bangunan-bangunan tersebut dibuat dari bahan dasar lumpur. Menurut Sites Google, piramida Nsude didirikan sebagai sarana penyembahan kepada dewa Ala. 

Piramida China 

Selain Mesir, China juga memiliki banyak piramida. Tercatat ada sekitar 38 piramida di China. Piramida pertama dibangun sejak dinasti Han berkuasa. 

Piramida Mesoamerica (Amerika Tengah) 

Mayoritas piramida Mesoamerica memiliki ciri khusus yaitu ada tangga untuk menuju ke atas dan ujungnya terpangkas. 

Piramida Mesir 

Piramida pertama yang dibangun di Mesir adalah piramida Djoser yang diperkirakan dibangun pada tahun 2630 SM sampai 2611 SM. Sedang piramida paling terkenal di Mesir adalah piramida di komplek Giza atau disebut juga Piramida Giza 

Piramida Cestius (Italia) 

Para ahli memperkirakan piramida ini dibangun pada tahun 18 SM sampai 12 SM sebagai kuburan Gaius Cestius. Dia adalah salah seorang dari empat agamawan terkenal di Roma, Italia.  

* Kekayaan Situs Prasejarah Nusantara  

Selain situs Gunung Padang, di Indonesia terdapat puluhan situs peninggalan masa prasejarah Nusantara  

  1. Situs Gua Putri, Baturaja, Sumatera Selatan
  2. Gua Babi Gunung Batu
  3. Buli, Desa Randu, Muara Uya, Tabalong, Kalsel
  4. Situs Cipari, Kuningan, Jabar
  5. Situs Goa Pawon, Bandung, Jabar
  6. Situs Cibedug, Banten
  7. Situs Pangguyang an, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat
  8. Situs Pasemah di Lampung
  9. Lembah Sangiran, Sragen, Jateng
  10. Situs Gunungpadang Cilacap, Jateng
  11. Situs Dusun Mbolu, Desa Ngepo, Tanggunggunung, Tulungagung, Jatim
  12. Situs Purbakala Wajak, Tulungagung, Jatim
  13. Liang Bua, Pulau Flores, NTT
  14. Situs Gua Perbukitan Sangkulirang, Kutai Timur
  15. Situs Gilimanuk, Jembrana Bali
  16. Situs Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali
  17. Situs Tutari, Kabupaten Jayapura, Papua
  18. Situs Gua-gua Biak, Papua Situs Lukisan tepi pantai di Raja Ampat, Papua Barat
  19. Gua Leang-leang, Sulawesi 

Sumber : www.cianjurkab.go.id & sumber diolah

(bbg)

Sumber : http://www.koran-sindo.com/read/975954/149/situs-gunung-padang-indonesia-kuno-yang-mencengangkan-1426216909

26 January 2015

Batu Gamelan, Yang Aneh & Unik di Gunung Padang

Batu Gamelan, Yang Aneh & Unik di Gunung Padang

Muhammad Catur Nugraha - d'Traveler - Rabu, 21/01/2015 11:52:00 WIB 
 
                                                                                                   detikTravel Community -  Gunung Padang merupakan situs sejarah yang kini menjadi objek wisata di Cianjur. Salah satu keunikan yang dimilikinya adalah terdapat dua batu gamelan yang bunyi apa bila dipukul.

Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat, lokasinya berada di Dusun Gunungpadang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasinya terletak 20 Km dari jalan utama yaitu persimpangan warung kondang di Jalan Raya Sukabumi.

Untuk mencapai ke Situs Gunung Padang dari persimpangan warung kondang tidak perlu khawatir tak tau arah sebab di setiap simpang terdapat plang besar berwarna biru dengan huruf putih bertuliskan 'SITUS MEGALITH GUNUNG PADANG' lengkap dengan arah dan jarak yang harus ditempuh.

Sesampainya di area parkir, traveler harus membayar tiket masuk yang sangat murah yaitu hanya Rp 2000 saja per orangnya. Dibelakang tempat pembelian tiket terdapat sumur atau sumber air yang mana dulu dikatakan setiap orang yang akan memasuki Gunung Padang wajib membersihkan kakinya di sumber air tersebut.

Untuk mencapai ke teras paling atas, traveler harus menaiki anak tangga. Ada 2 pilihan, bisa yang kiri atau tangga kanan, jika membawa orang tua sebaiknya ambil yang kanan saja sebab relatif landai dibandingkan yang lurus yang sangat terjal.

Sesampainya di teras atas traveler wajib mematuhi rambu – rambu larangan yang banyak terpasang seperti dilarang makan diatas situs, dilarang menaiki batu yang berdiri, dan dilarang buang sampah sembarangan. Banyak rambu tersebut bertujuan untuk mengingatkan para wisatawan untuk turut serta menjaga keasrian Situs Gunung Padang.

Sebaiknya ketika mengunjungi Situs Gunung Padang Anda menggunakan jasa pemandu yang bisa menceritakan sejarah serta menjelaskan mengenai batu – batu yang terdapat di Gunung Padang sehingga membuat kunjungan di Gunung Padang menjadi lebih menarik serta mendapatkan informasi yang lebih dalam, karena jika tanpa pemandu maka yang kita lihat hanya batu dan batu.

Pada saat pemandu menjelaskan mengenai Gunung Padang dan batu – batu yang berada disana yang menjadi paling menarik bagi wisatawan adalah pada saat sang pemandu menjelaskan mengenai batu gamelan yang mana apabila ditabuh atau digetuk maka akan menimbulkan bunyi seperti gamelan. Terdapat 2 buah batu gamelan yang dinamakan batu bonang dan batu kacapi.

Kami sangat takjub sekali saat berada di sini sembari membayangkan nenek moyang bangsa ini yang sepertinya pada zaman dulu sudah memiliki peradaban yang sangat maju sehingga bisa mendirikan Situs Megalitik Gunung Padang ini.


Sumber : http://travel.detik.com/read/2015/01/21/115200/2801318/1025/batu-gamelan-yang-aneh--unik-di-gunung-padang?991104topnews

12 December 2014

"Pemilik" Machu Picchu Tertarik Teliti Gunung Padang


"Pemilik" Machu Picchu Tertarik Teliti Gunung Padang

 
Situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur (Faisal Harahap/Okezone)



BANDUNG - Gunung Padang ternyata benar-benar menjadi magnet bagi para peneliti. Tidak hanya peneliti dalam negeri, banyak juga peneliti dari luar negeri yang ingin ikut meneliti gunung yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
"Ajakan penelitian itu banyak, ada dari Rusia, Jerman, ada dari mana-mana," ujar peneliti Gunung Padang, Ali Akbar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/12/2014).
Bahkan negara "pemilik" situs megalitikum Machu Piccu, yaitu Peru, juga berminat terjun dalam penelitian Gunung Padang. Dubes Peru sendiri yang menyatakan niatnya pada tim peneliti agar peneliti dari Peru bisa terlibat dalam penelitian.
"Dari Peru itu tertarik karena melihat adanya kesamaan konstruksinya (antara Gunung Padang dan Machu Picchu)," ungkapnya.
Tapi ia tidak bisa mengambil keputusan apakah akan melibatkan peneliti dari Peru atau tidak. Ia menyerahkan itu pada pemerintah. "Terus terang kita serahkan itu pada pemerintah karena itu sudah urusan bilateral," jelas Ali.
Meski begitu, ia sendiri menyambut positif jika nantinya ada peneliti dari Peru yang terlibat dalam penelitian Gunung Padang. "Sambutan kita positif. Namanya bertukar pengetahuan, bertukar ilmu, itu bagus," tandas Ali.
Seperti diberitakan, Gunung Padang diperkirakan bangunan peninggalan sejarah berbentuk seperti piramida yang usianya lebih dari 5.000 tahun sebelum masehi. Peneliti menemukan sejumlah artefak setelah melakukan penggalian sedalam 11 meter ke dalam tanah.
(ris)
Sumber : http://news.okezone.com/read/2014/12/11/340/1077695/pemilik-machu-picchu-tertarik-teliti-gunung-padang